Breaking News
dark_mode
Trending

Perkuat Sinergi Alumni, PP Al-Barokah Adopsi Kurikulum Sidogiri demi Mutu

  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WONOMERTO — Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memantapkan langkah menuju standarisasi mutu pendidikan.

Melalui momentum Haul Masyayikh & Reuni Akbar, pesantren ini tidak hanya mengonsolidasi alumni sebagai ujung tombak pengembangan lembaga, tetapi juga resmi mengadopsi kurikulum Pesantren Sidogiri dan metode Al-Miftah guna mencetak generasi tafaqquh fiddin yang unggul.

Berlangsung Senin (30/3/2026), Haul Masyayikh & Reuni Akbar dihadiri jajaran pengurus Jam’iyah Nahdlatul Ulama, tokoh masyarakat, wali santri, serta para alumni.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah, KH. Muhammad Hasan Siddiq, menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan pesantren merupakan tanggung jawab bersama. Ia menekankan pentingnya peran alumni sebagai ujung tombak dalam mendukung dan mengembangkan lembaga.

“Berjuang untuk lembaga adalah bagian dari pengabdian. Alumni harus memiliki rasa tanggung jawab dan rasa memiliki, serta mampu mengajak lingkungan sekitarnya untuk bersama-sama memajukan pesantren,” ujarnya.

Ia menambahkan, temu alumni tidak sekadar menjadi ajang silaturahim, melainkan momentum strategis untuk menghidupkan semangat khidmah terhadap lembaga. Alumni diharapkan hadir sebagai penggerak yang menjaga eksistensi dan perkembangan pesantren di tengah masyarakat.

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, pada tahun ajaran baru Madrasah Diniyah Al-Barokah akan diperkuat dengan kurikulum sidogiri 70 persen berbasis agama dengan penerapan metode Al-Miftah. Selain itu, program pembelajaran Al-Qur’an dan tahfidz terus dikembangkan sebagai fondasi pembentukan karakter santri.

“Meski pondok ini tergolong kecil, kami optimistis mampu melahirkan lulusan berkualitas, didukung tenaga pendidik yang mayoritas telah menempuh pendidikan strata dua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pondok Pesantren Al-Barokah kini telah bergabung sebagai madrasah binaan Pondok Pesantren Sidogiri dengan kurikulum yang mengacu pada pesantren pusat. Langkah ini dinilai strategis dalam meningkatkan mutu dan arah pembinaan pendidikan pesantren.

Terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori, menyambut baik langkah penggunaan metode pembelajaran dari Pesantren Sidogiri tersebut. Menurutnya, inovasi kurikulum diniyah menjadi kunci dalam mencetak generasi santri yang unggul.

“Penggunaan metode pesantren Sidogiri merupakan bagian dari optimalisasi dan inovasi kurikulum diniyah, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang tafaqquh fiddin, mendalam dalam pemahaman agama,” ujarnya.

Ansori juga menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, lembaga pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Ketiga fungsi tersebut harus terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai fondasi masa depan pesantren, agar tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Fahmi bin Ahmad Al-Muhdhor mengingatkan pentingnya menjaga kualitas ibadah dan istiqamah pasca Ramadhan. Ia menekankan bahwa ukuran kebaikan seseorang terletak pada panjang umur yang diisi dengan amal ibadah serta ketaatan kepada Allah SWT.

“Jangan menjadi hamba Ramadhan, tetapi jadilah hamba Allah sepanjang waktu. Tanda diterimanya puasa adalah ketika semangat ibadah tetap terjaga setelah Ramadhan,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai sumber keberkahan hidup. Menurutnya, setinggi apa pun ilmu dan harta, tidak akan membawa keberkahan jika seseorang durhaka kepada orang tuanya.

“Perbaiki sikap kita kepada orang tua. Jangan sampai lembut kepada orang lain, namun keras kepada orang tua. Di situlah letak kekeliruan yang harus dibenahi,” pesannya.

Selain itu, Habib Fahmi mengajak jamaah untuk menjaga silaturahim, menjauhi sifat iri dan dengki, serta tidak melupakan jasa para guru dengan senantiasa mendoakan mereka. Momentum Idul Fitri, lanjutnya, harus dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan membersihkan hati.

“Dunia akan terasa sempit jika dipenuhi kebencian, namun akan terasa luas jika kita saling berbuat baik,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Rois MWCNU KH. Abdul Malik Damanhuri, Perwakilan PCNU, Ketua MWCNU Muhammad Muhsin, para pengurus NU, alumni, wali santri, serta tokoh agama dan masyarakat sekitar. Kebersamaan ini diharapkan semakin memperkuat ukhuwah dan komitmen bersama dalam memajukan Pondok Pesantren Al-Barokah. (*).

  • Penulis: Ansori
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • Arafah

    Bolehkah Jemaah Haji Qashar Salat di Arafah? Ini Penjelasan LBM PCNU Probolinggo

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Ribuan jemaah haji gelombang pertama saat ini tengah khusyuk menjalankan ibadah Arbain di Madinah. Sembari menanti jadwal pergeseran menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan puncak haji, sebuah diskusi fikih penting muncul. “Jika nanti sudah menetap beberapa hari di hotel Makkah, apakah saat wukuf di Arafah masih boleh menjamak dan mengqashar salat?” Persoalan ini […]

  • IMG 20260428 WA0001

    Istiqamah 5 Tahun, Rutinan Ranting NU Jorongan Jadi Inspirasi di Leces

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Saiful Rijal
    • 0Komentar

    LECES– Ranting NU 01 Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, membuktikan kekuatan istiqamah dengan menjaga tradisi pengajian rutin setiap malam Selasa selama lima tahun tanpa terputus. Di bawah kepemimpinan KH Fathur Rosi, rutinan ini menjadi denyut nadi kegiatan tingkat ranting di wilayah tersebut yang konsisten merawat ukhuwah dan soliditas warga Nahdliyin. Seperti yang terlihat pada […]

  • IMG 20250418 WA0032

    Jenguk Korban Begal di RSUD Tongas, Fatayat NU Pastikan Keamanan untuk Perempuan

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.id Fatayat NU Kabupaten Probolinggo beserta jajaran pengurus menjenguk korban begal, Silvi (25). Jum’at (18/04/2025). Perempuan itu kini tengah menjalani perawatan di RSUD Tongas. Informasi diperoleh menyebutkan, kejadiannya di Jalan Pahlawan Desa Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Pada Kamis (17/04/2025), sore sekitar jam 15.30 WIB. Saat itu, Silvi seorang diri hendak mengantarkan orderan kepada customer […]

  • Ab7a3c32 37ae 4a56 861c 56cf8b6f322b

    Pra Inaugurasi Ansor Sumberasih Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Para Janda

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Sumberasih, Probolinggo – Dalam rangka pra inaugurasi kepengurusan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sumberasih menggelar kegiatan sosial berupa penyaluran puluhan paket sembako kepada para janda. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ranting GP Ansor Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Ahad, 11 Januari 2025. Puluhan paket sembako yang disalurkan berisi beras […]

  • IMG

    Resmi dikukuhkan, LKP3A Fatayat NU Probolinggo Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU dimanfaatkan sebagai penguatan komitmen terhadap isu perempuan dan anak melalui pengukuhan LKP3A (Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak) di Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah. Selain pengukuhan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan […]

expand_less