Satukan Barisan Nahdliyyin, MWCNU dan 14 Ranting NU Dringu Resmi Dilantik
- calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DRINGU – Kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dringu bersama 14 Ranting NU se-Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, resmi dilantik oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo.
Prosesi pelantikan berlangsung di Pondok Pesantren Zahrotul Islam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Pelantikan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat soliditas warga Nahdliyyin di wilayah Kecamatan Dringu.
Pelantikan dilakukan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid.
Sejumlah jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo turut hadir, di antaranya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, serta jajaran pengurus lainnya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Dringu, Ustad Satimin, menegaskan pentingnya persatuan seluruh warga Nahdliyyin dalam menjalankan roda organisasi dan memperkuat keberadaan NU di tengah masyarakat.
Menurutnya, warga Nahdliyyin di Kecamatan Dringu memiliki latar belakang dan karakter yang beragam.
Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan ketika seluruh elemen mampu berjalan bersama untuk membesarkan NU.
“Warga Nahdliyyin di Dringu harus bersatu. NU di Dringu ini berwarna dan alhamdulillah bisa bersatu untuk NU,” ujar Ustad Satimin.
Ia berharap kepengurusan MWCNU Dringu bersama 14 Ranting NU yang baru dilantik tidak hanya menjadi struktur administratif, tetapi mampu aktif menjalankan program organisasi dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi jajaran pengurus untuk memperkuat koordinasi antara MWCNU dengan seluruh Ranting NU.
Dengan soliditas di tingkat kecamatan hingga desa, NU diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan khidmat organisasi, sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan.
Pelantikan MWCNU dan 14 Ranting NU Dringu ini menegaskan satu pesan utama berbeda warna bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersatu dan bergerak bersama membesarkan NU. (*)
- Penulis: Saifullah

Saat ini belum ada komentar