Perkuat Ketahanan Keluarga, LKKNU Probolinggo Siap Bangun Ekosistem Kolaboratif
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KRAKSAAN, nuprobolinggo.or.id — Jajaran Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Probolinggo menghadiri Rapat Koordinasi Bersama pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembinaan remaja dan bimbingan calon pengantin (catin) di Ruang Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan lintas sektor yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo ini dirancang untuk membangun ekosistem kolaboratif dalam penguatan ketahanan keluarga sejak usia remaja hingga jenjang pernikahan.
Agenda strategis ini turut menghadirkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Kepala KUA, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Rektor UNZAH Genggong, serta unsur pimpinan PCNU, PC Muslimat NU, dan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo.
Dalam forum tersebut, Ketua LKKNU Kabupaten Probolinggo, Hj. Faridatun Nikmah, menyampaikan komitmen LKKNU untuk terlibat aktif dan bersinergi bersama jajaran pemerintah daerah, instansi kementerian, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, LKKNU memiliki peran vital dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah melalui pendampingan remaja, edukasi pranikah, serta penguatan benteng keluarga di tingkat akar rumput.
“LKKNU bukan hanya berperan memberikan penyuluhan semata, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat, mitra edukasi, pendamping keluarga, sekaligus penghubung layanan kemaslahatan,” tegas Faridatun Nikmah di sela-sela rapat.
Ia menambahkan, sinergi lintas lembaga antara instansi pemerintah, akademisi, dan badan otonom NU sangat krusial agar program pembinaan remaja usia sekolah serta bimbingan calon pengantin dapat berjalan terpadu dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Melalui PKS yang sedang dirumuskan ini, kerja sama terstruktur tersebut diharapkan menjadi solusi konkret dalam menekan angka pernikahan dini, memperkuat kesehatan reproduksi dan mental keluarga, serta mencegah potensi stunting di Kabupaten Probolinggo. (*)
- Penulis: Nur Holila
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar