Kirab hingga Ziarah, Ini Rangkaian Kegiatan HSN 2026 MWCNU Sumberasih
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBERASIH– Menyemarakkan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih menyajikan serangkaian kegiatan edukatif, spiritual, dan kebudayaan. Rangkaian agenda tersebut dipaparkan dalam rapat koordinasi lintas lembaga dan badan otonom (Banom) di Kantor NU Sumberasih, Sabtu (3/10/2026).
Rangkaian acara akan dibuka dengan aksi syiar Kirab Santri pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kegiatan ini bakal melibatkan delegasi pengurus ranting, Banom, lembaga NU, hingga para guru ngaji. Kirab akan dipersemarak dengan iringan obor, pemutaran video dokumenter Resolusi Jihad, pembagian doorprize, serta penyediaan konsumsi peserta. Rapat koordinasi telah mematangkan teknis jumlah delegasi, rute, hingga lokasi start dan finish.
Sehari setelahnya, Minggu, 18 Oktober 2026, agenda berlanjut pada kegiatan Ziarah Muassis. Rombongan warga Nahdliyin akan melakukan ziarah ke makam para tokoh NU di wilayah setempat. Teknis rombongan, penentuan nama-nama tokoh yang diziarahi, rute perjalanan, hingga penataan jadwal ziarah telah disusun secara cermat.
Tak kalah semarak, pada 19–21 Oktober 2026, MWCNU Sumberasih menggelar Ajang Perlombaan bagi para pelajar dan santri. Pelaksanaan lomba ini diserahkan sepenuhnya kepada jajaran kader muda, yakni GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU. Rapat koordinasi mematangkan detail jenis kompetisi, alokasi jadwal, serta penyiapan hadiah dan apresiasi bagi pemenang.
Puncak seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Upacara Khidmat Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026. Selain menentukan tempat dan mengonsolidasikan delegasi peserta, rapat menyepakati penunjukan inspektur upacara, petugas pembaca Teks Resolusi Jihad, serta kesiapan logistik pelaksanaan upacara.
Kerja Kolaboratif dan Penguatan Nilai
Untuk menopang kelancaran seluruh sajian agenda tersebut, MWCNU Sumberasih turut mematangkan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pemetaan sumber dana mandiri, serta strategi publikasi dan dokumentasi media agar pesan syiar HSN sampai ke masyarakat luas.
Persiapan matang ini melibatkan kerja sama solid antar-unsur NU di Sumberasih, meliputi LP Ma’arif, RMI, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.
Rangkaian HSN 2026 di Kecamatan Sumberasih ini dirancang untuk mencapai lima tujuan utama.
Pertama, Sinergi dan Kolaborasi Lintas Banom. Menggalang gotong royong dan menyatukan potensi seluruh entitas NU (Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU) dalam mengelola kegiatan secara kompak.
Kedua, Penguatan Jiwa Kebangsaan dan Kebudayaan. Menumbuhkan semangat patriotisme lintas generasi—dari sesepuh hingga pelajar NU—melalui kirab dan nonton bersama sejarah Resolusi Jihad.
Ketiga, Peningkatan Spiritualitas: Meneladani perjuangan para pendiri (muassis) NU melalui tradisi ziarah bersama.
Keempat, Wadah Pengembangan Kader Muda: Mengasah kreativitas serta memberikan apresiasi kepada santri dan pelajar (khususnya jajaran IPNU, IPPNU, dan santri RMI) lewat lomba serta dukungan beasiswa atau penghargaan.
Kelima, Mempererat Ukhuwah Nahdliyah: Membangun kemandirian organisasi, soliditas internal, dan rasa kebersamaan antar-lembaga dan Banom dari tingkat Ranting hingga MWC.
Melalui konsolidasi ini, seluruh pemangku kepentingan telah memahami pembagian peran masing-masing demi mensukseskan pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Sumberasih secara bersama-sama. (*)
- Penulis: Aswandi
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar