Songsong Idul Adha 2026, Kodama NU Probolinggo Bekali Dai Muda Teknik Sembelih Hewan
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WONOMERTO – Menjelang momentum hari raya Idul Adha 1447 H, Korps Da’i Muda Nahdlatul Ulama (Kodama NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Kopdar dan Sharing & Upgrading di Madrasah Miftahul Ulum, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan ini secara khusus membekali para dai muda dengan keterampilan praktis penyembelihan hewan. Hal ini dilakukan mengingat Idul Adha atau Idul Qurban tahun ini diprediksi jatuh pada 27 Mei 2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua MWCNU Wonomerto, Kiai Muhammad Muhsin, serta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran pimpinan tingkat kecamatan ini menegaskan dukungan struktural terhadap pergerakan dai muda di wilayah tersebut.
Komandan Kodama NU Kabupaten Probolinggo yang juga Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Jamaluddin Al-Ghozi, menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai bekal awal sebelum pengukuhan pengurus.
“Kopdar ini adalah langkah awal kita. Selain silaturahim untuk penguatan organisasi, kami ingin meningkatkan kapasitas keilmuan (upgrading) agar saat terjun ke masyarakat nanti, kader Kodama sudah siap lahir dan batin,” tutur Kiai Jamaluddin.
Kesiapan Menghadapi Hari Qurban
Materi teknik penyembelihan hewan diberikan oleh Ust. Syaiful Anam dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU). Ia menekankan bahwa pada momentum Idul Adha dan tiga hari setelahnya (hari tasyriq), banyak umat muslim menyembelih hewan qurban sehingga kebutuhan akan juru sembelih yang syar’i meningkat pesat.
“Para dai muda harus hadir untuk memastikan proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam dan memenuhi standar teknis yang benar,” jelasnya.
Etika Dakwah dan Kemandirian Ekonomi
Selain persiapan qurban, para peserta juga mendapatkan materi fundamental lainnya. Drs. KH Sholehuddin dari jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo memberikan pembekalan mengenai Etika dalam Dakwah.
Sementara itu, Ust. Farid Hermawan, M.Pd., mengulas konsep Dai Preneur untuk memotivasi para kader agar mandiri secara ekonomi melalui pemberdayaan potensi kewirausahaan.
Acara yang diikuti oleh delegasi dai muda se-Kabupaten Probolinggo ini berlangsung khidmat. Melalui konsolidasi ini, Kodama NU diharapkan menjadi garda terdepan dalam syiar Islam yang ramah, moderat, dan solutif bagi kebutuhan masyarakat di wilayah Probolinggo. (*)
- Penulis: adminnuprob

Saat ini belum ada komentar