Breaking News
dark_mode
Trending

Kisah Heroisme Sunyi Petugas Haji Probolinggo di Terik Mina

  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MINA– Terik matahari di atas hamparan tenda putih Mina seolah membakar apa saja yang menyentuh bumi. Angka di termometer merangkak naik, menembus batas cuaca ekstrem yang menguras fisik. Di luar sana, jutaan manusia bergerak laksana lautan putih, bergemuruh melangkah menuju jembatan Jamarat untuk melontarkan batu-batu kerikil, sebuah simbol perlawanan terhadap kebatilan.

Namun, di dalam sebuah tenda Kloter SUB 01—kelompok terbang pertama Embarkasi Juanda Surabaya yang membawa jemaah asal Kabupaten Probolinggo—suasananya justru hening sekaligus tegang.

Ketika sebagian besar jemaah yang sehat fisik berbondong-bondong menuju Jamarat untuk melaksanakan lontar jumrah Aqabah, beberapa orang memilih bertahan di tenda. Mereka adalah Ketua Kloter Suharto, dr. Aji Pratama, dan seorang paramedis bernama Ida Nur Santi.

Di tengah situasi Mina yang sangat dinamis, mereka memilih menunda waktu melontar jumrah pribadi mereka demi mendampingi jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) yang tidak memungkinkan berjalan kaki ke Jamarat. Bagi mereka, memastikan keselamatan jemaah yang rentan di dalam tenda adalah manifestasi tertinggi dari kemabruran haji.

Mengawal Titik Kritis Armuzna

Fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) adalah ujian sejati dari ritual rukun Islam kelima ini. Dinamikanya sangat tinggi, transportasinya padat, dan cuacanya tak berkompromi.

Sebelum badai puncak haji ini dimulai, tim kesehatan sebetulnya sudah bergerak senyap sejak di pemondokan Mekah melalui pemeriksaan rutin. Namun, alam spiritual acap kali berbenturan dengan keterbatasan fisik. Menjelang wukuf, alarm bahaya sempat berbunyi ketika seorang jemaah asal Probolinggo tumbang akibat pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Kejadian itu menjadi pecut bagi petugas kloter agar pengawasan semakin diperketat.

Benar saja, saat berada di Mina, sengatan heat stroke (sengatan panas) mengintai. Seorang jemaah dilaporkan mengalami gejala heat stroke ringan akibat kelelahan ekstrem. Beruntung, kesigapan tim medis bergerak cepat. Dengan cekatan, dr. Aji dan Ida Nur Santi melakukan penanganan darurat hingga kondisi jemaah kembali stabil dan aman.

“Kondisi jemaah lansia dan risiko tinggi harus terus dipantau. Keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama,” ujar Suharto di sela-sela pendampingan jemaah di Mina.

Bagi jemaah lansia yang fisiknya tidak memungkinkan, para petugas memastikan hak ibadah mereka tetap terpenuhi melalui mekanisme badal jumrah (mewakilkan lontaran kepada petugas atau jemaah lain yang sehat) serta membantu pelaksanaan tahallul awal di dalam tenda.

Orkestrasi Jemaah: Melebur dalam Khidmat

Penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/ 2026 M ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Probolinggo yang mendapat kehormatan masuk dalam kloter awal. Pergerakan jemaah pun dipantau langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Probolinggo, HM. Barzan Ahmadi, yang turun ke lapangan memastikan seluruh lini pelayanan berjalan optimal.

Keindahan lain yang tertangkap di tenda SUB 01 adalah runtuhnya sekat-sekat kelompok. Jemaah dan pembimbing yang berasal dari berbagai bendera KBIHU—mulai dari KBIHU Dar El Ibad, Attaufiqiyah, Nahdlatul Ulama, Makkah Madinah, Al-Khoridah, hingga jemaah mandiri—melebur menjadi satu keluarga besar.

Tidak ada lagi ego sektoral. Pembimbing KBIHU bahu-membahu dengan Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Ketua Regu (Karu), hingga Ketua Rombongan (Karom).

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Probolinggo, Ervin Syarif, mengapresiasi tinggi soliditas ini. Ia menegaskan bahwa pelayanan haji modern tidak hanya menitikberatkan pada kelancaran ritual, tetapi juga pada aspek perlindungan dan kesehatan, khususnya kelompok rentan.

“Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan risiko tinggi, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Ervin, seraya berharap jemaah tak putus mendoakan keberkahan bagi masyarakat Probolinggo.

Khotbah Kehidupan dari Balik Tenda

Hingga puncak haji berlalu, perjuangan belum usai. Rangkaian menuju Tawaf Ifadhah di Masjidil Haram sudah menanti di depan mata. Namun, semangat pengabdian itu tidak surut. Edukasi kesehatan tetap digencarkan: meminta jemaah memakai alat pelindung diri, rutin minum oralit, dan menghindari aktivitas di luar tenda pada pukul 11.00 hingga 15.00 Waktu Arab Saudi.

Ibadah haji adalah miniatur Padang Mahsyar. Namun di tengah jutaan manusia yang sibuk memikirkan dirinya sendiri, para petugas dan jemaah Kabupaten Probolinggo justru memamerkan wajah Islam yang teduh: Islam yang ramah, yang mendahulukan mereka yang lemah.

Sebab mereka tahu, boleh jadi mabrurnya sebuah haji tidak melulu dijemput di atas batu-batu Jamarat, melainkan tertinggal pada senyuman tulus seorang nenek lansia yang terjaga kesehatannya di sudut sunyi tenda Mina. (*)

  • Penulis: Ansori
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20250125 WA0015

    Haul Kiai Mahfudz Basya, Ini Nasihat Gus Milad kepada Para Santri dan Alumni

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo, nuprobolinggo.or.id/Nama KH. Mahfudz Basya tak pernah lekang dari ingatan masyarakat Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Terutama di Dusun Klobungan, Desa Tegalsiwalan. Kiai yang dikenal dengan dedikasinya “Dibalik Layar” ini terus dikenang oleh para santri, alumni dan masyarakat. Kecintaan alumni dan masyarakat setempat pada Kiai Mahfudz Basya terlihat nyata pada peringatan Haul di Halaman Pondok Pesantren Darul […]

  • 1000439898 photo_camera 6

    ASWAJA NU Center Probolinggo Jaga Ruh Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • 0Komentar
  • WhatsApp Image 2026 04 27 at 07.08.10 (1)

    Tancap Gas di Sumberkare, IPNU-IPPNU Wonomerto Sasar Desa Terluas di Zona Barat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    WONOMERTO-Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VII di MTs Ainul Yaqin, Desa Sumberkare, Ahad (26/04/2026). Forum tertinggi tingkat kecamatan ini bukan sekadar pergantian nakhoda, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengekspansi sayap kaderisasi ke wilayah zona barat. Pemilihan Desa Sumberkare sebagai lokasi kegiatan dilakukan bukan tanpa alasan. Secara […]

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • IMG 20250418 WA0032

    Jenguk Korban Begal di RSUD Tongas, Fatayat NU Pastikan Keamanan untuk Perempuan

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.id Fatayat NU Kabupaten Probolinggo beserta jajaran pengurus menjenguk korban begal, Silvi (25). Jum’at (18/04/2025). Perempuan itu kini tengah menjalani perawatan di RSUD Tongas. Informasi diperoleh menyebutkan, kejadiannya di Jalan Pahlawan Desa Leces Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Pada Kamis (17/04/2025), sore sekitar jam 15.30 WIB. Saat itu, Silvi seorang diri hendak mengantarkan orderan kepada customer […]

  • IMG 20260207 WA0003

    GP Ansor Tegalsiwalan Sebut Full Day School Ancam Budaya Ngaji, Minta Dibatalkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Gelombang penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS) di Kabupaten Probolinggo terus meluas hingga ke tingkat anak cabang. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tegalsiwalan secara tegas menyatakan keberatannya karena kebijakan tersebut dinilai bakal menggerus budaya “ngaji” di madrasah. Ancam Eksistensi Madin dan TPQ Ketua PAC GP […]

expand_less