Menuju Muskercab, PCNU Probolinggo “Cuci Gudang” Potensi untuk Kemandirian Jam’iyah
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO – Menjelang pelantikan pengurus pada 7 Juni mendatang, PCNU Kabupaten Probolinggo tidak ingin membuang waktu. Dalam sebuah sesi Workshop Strategic Planning intensif di Sukapura, Ahad (31/05/2026), para pengurus “cuci gudang” potensi organisasi untuk merumuskan arah gerak masa depan.
Dipandu oleh akademisi Nahdliyin dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Muhammad Ilyas Rolis, PCNU Kabupaten Probolinggo membedah aset lembaga dan jaringan mitra yang selama ini dimiliki. Langkah ini menjadi fondasi krusial bagi organisasi dalam memetakan potensi sebelum Muskercab I digelar.
Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan mengatakan, workshop ini bukan sekadar diskusi rutinitas, melainkan upaya sadar untuk menegaskan kemandirian jam’iyah.
“Workshop ini adalah momentum kita untuk bercermin. Kemandirian jam’iyah dimulai dengan mengidentifikasi aset, jaringan, dan mitra strategis yang ada di internal kita sendiri,” ujar Kiai Teguh di sela-sela kegiatan.
Mengusung tema “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam’iyah”, para peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai lembaga di bawah PCNU Kabupaten Probolinggo tampak antusias menginventarisir kekayaan yang dimiliki.
Mulai dari aset fisik, sumber daya manusia, hingga jaringan kemitraan yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan.
Dr. Ilyas Rolis membimbing langsung proses pemetaan ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Fokusnya jelas: mendorong setiap lembaga untuk tidak lagi terperangkap pada narasi kekurangan, melainkan memaksimalkan potensi yang sudah ada untuk kemaslahatan jamaah.
“Program kerja yang lahir dari Muskercab nanti harus memiliki jangkar yang kuat. Jika kita sudah tahu aset dan mitranya, maka program tersebut akan lebih mudah dieksekusi, berkelanjutan, dan jauh dari kesan sekadar seremonial,” ungkap salah satu tim perencana kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi PCNU Kabupaten Probolinggo untuk melahirkan peta jalan (roadmap) organisasi yang aplikatif. Dengan hasil inventarisasi aset yang solid, PCNU optimis Muskercab I nanti akan menjadi tonggak sejarah kemandirian NU di Probolinggo, yang tidak hanya kuat secara barisan, tetapi juga berdaya secara substansi. (*)
- Penulis: M Iqbal

Saat ini belum ada komentar