Misbahul Serahkan Estafet Kepemimpinan Ansor Probolinggo
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO – H. Misbahul Munir, S.H., mengakhiri masa khidmatnya sebagai Ketua PC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo dalam Konferensi Cabang (Konfercab) V yang digelar di Aula Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Ahad (20/9/2026).
Pada akhir masa kepemimpinannya, Misbahul menitipkan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa GP Ansor Kabupaten Probolinggo menjadi organisasi yang semakin maju, solid, loyal, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Hari ini saya akan menyelesaikan masa khidmat. Siapa pun yang terpilih, kami berharap dapat membawa GP Ansor Kabupaten Probolinggo menjadi lebih maju, lebih solid, lebih loyal, serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Misbahul.
Ia berharap seluruh dinamika yang berlangsung dalam Konfercab tetap ditempatkan dalam semangat persaudaraan. Perbedaan pilihan dalam proses regenerasi kepemimpinan tidak boleh mengganggu kekompakan dan soliditas antarkader.
Menurut Misbahul, Konfercab merupakan forum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak GP Ansor selama empat tahun mendatang. Karena itu, hasil persidangan diharapkan dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan masa khidmat 2026–2030.
Misbahul menjelaskan, peserta Konfercab terdiri atas unsur pimpinan anak cabang (PAC) dan pimpinan ranting yang mendapatkan mandat untuk mengikuti persidangan. Sementara jajaran PCNU, badan otonom, lembaga NU, dan sejumlah pihak lainnya hadir sebagai peninjau maupun tamu undangan.
Konfercab V turut dihadiri perwakilan Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawa Timur, KNPI Kabupaten Probolinggo, Sarbumusi NU, Muslimat NU, Fatayat NU, unsur kepolisian, serta ratusan kader Ansor.
Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor sekaligus Ketua Koordinator Wilayah V Jawa Timur, H. Muhammad Hasan Bashri, mengingatkan agar Konfercab tidak hanya dipandang sebagai arena kontestasi pemilihan ketua.
Menurutnya, forum empat tahunan tersebut harus menjadi ruang muhasabah, konsolidasi, dan perumusan langkah organisasi dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Pekerjaan rumah Ansor ke depan cukup berat dan semakin lama semakin berat. Sahabat-sahabat harus serius dalam momentum ini, jangan hanya menjadikannya sebagai ajang kontestasi,” kata Hasan Bashri.
Mewakili PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Khoirul Ishaq turut berpesan agar seluruh peserta menjaga marwah organisasi selama persidangan. Perbedaan pilihan tidak boleh merusak ukhuwah maupun hubungan antarkader.
Dewan Penasihat GP Ansor Kabupaten Probolinggo, Muhlis, S.Pd., juga berharap proses pergantian kepemimpinan berjalan tertib dan menghasilkan pemimpin yang mampu melanjutkan khidmat organisasi.
“Semoga regenerasi GP Ansor Kabupaten Probolinggo berjalan dengan baik dan lancar serta melahirkan kepemimpinan baru yang lebih baik,” ujarnya.
Rangkaian Konfercab V membahas tata tertib persidangan, keorganisasian, program kerja, rekomendasi, dan laporan pertanggungjawaban pengurus. Forum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mekanisme pemilihan hingga penetapan ketua dan tim formatur.
Berakhirnya Konfercab V sekaligus menandai selesainya masa kepemimpinan Misbahul dan dimulainya estafet kepengurusan baru PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo untuk masa khidmat 2026–2030. (*)
- Penulis: Moch. Sulaiman
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar