Hanya Kepada-Nya Tempat Bersandar
- calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KITA sering kecewa karena salah menyandarkan harapan.
Bersandar kepada manusia yang juga lelah, juga butuh tidur, juga bisa lupa.
Kalam hikmah malam ini mengingatkan kita:
نَحْنُ نَنَامُ لِنَسْتَعِيدَ قُوَّتَنَا، وَاللهُ لَا يَحْتَاجُ إِلَى رَاحَةٍ، فَلَا تُعَلِّقْ أَمَلَكَ بِمَنْ يَنَامُ، بَلْ عَلِّقْهُ بِمَنْ لَا يَنَامُ أَبَدًا، فَإِنَّكَ وَإِنْ غَفَوْتَ فَلَا تَقْنَطْ، فَلَا فَهُنَاكَ رَبٌّ لَا يَغْفُلُ وَلَا يَنَامُ يُدَبِّرُ أَمْرَكَ.
“Kita butuh tidur untuk mengisi ulang tenaga, sedang Allah tidak butuh istirahat. Maka jangan sandarkan harapanmu kepada manusia yang juga tidur, sandarkanlah kepada Dzat yang tak pernah tidur. Dan meski matamu terlelap, jangan putus asa, karena ada Tuhan yang tak pernah lalai dan tak pernah tidur yang senantiasa mengurus hidupmu.”
Tiga Pelajaran Dalam:
- Jangan Gantungkan Hidupmu Pada Yang Tidur
Manusia tidur. Manusia lelah. Manusia bisa mengecewakan. Kalau kamu berharap kepada manusia, siap-siap kecewa.
Tapi Allah, لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ – Tidak mengantuk dan tidak tidur (QS Al-Baqarah:255). Dia jaga kamu 24 jam. - Kamu Tidur, Tapi Takdirmu Tidak Tidur
Saat kamu terlelap, ada Allah yang tetap bekerja mengatur rezekimu, menyembuhkan sakitmu, menjaga anak-anakmu di pondok, menjaga istrimu di rumah.
Kamu hanya disuruh tidur, Allah yang melanjutkan urusanmu. - Obat Putus Asa Adalah Tauhid
Kenapa kita mudah putus asa? Karena kita lupa ada yang tidak tidur mengurus kita.
Selama Allah tidak tidur, tidak ada alasan untuk putus asa.
Jadi malam ini, sebelum tidur, bisikkan dalam hati:
Ya Allah, aku titipkan semua urusanku kepada-Mu, kepada Dzat yang tidak pernah tidur.
Tugas kita hanya ikhtiar dan tidur dengan wudhu. Biar Allah yang menyelesaikan sisanya.
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Publish by LDNU Kabupaten Probolinggo
Ketua: Jamaludin Alghozi – Dakwah Mengakar Sampai Pelosok
- Penulis: LDNU Kabupaten Probolinggo
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar