Usung Semangat Kemandirian, PCNU Kabupaten Probolinggo Siap Dilantik
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO– Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 akan dilantik Ahad (7/6/2026) di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan. Kabupaten setempat.
Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Mengusung tema besar “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam’iyah,” kepengurusan ini hadir sebagai lanjutan dari semangat Konfercab X tahun lalu yang fokus pada sinergi dan kemandirian organisasi.
Ketua Steering Committee (SC) Pelantikan, Babussalam mengatakan, tema ini adalah ruh atau semangat baru bagi seluruh pengurus. Menurutnya, komposisi pengurus yang mencapai 32 orang unsur Syuriyah dan Tanfidziyah, ditambah kekuatan dari 18 Lembaga dan 8 Badan Otonom (Banom), adalah mesin penggerak yang harus disinergikan.
“Barisan ini bukan sekadar kumpulan nama. Dengan komposisi personil yang lengkap sesuai keahliannya, ini menjadi kekuatan kita untuk bergerak bersama, memberikan pelayanan, edukasi, dan kasih sayang bagi masyarakat Nahdliyin di tengah kompleksitas masalah umat,” ujar Babussalam.
Babussalam menekankan bahwa penguatan barisan di lingkungan PCNU, Lembaga, hingga Banom, secara otomatis akan melahirkan sistem kaderisasi yang masif. Fokusnya jelas: peningkatan kualitas SDM yang memberikan kemanfaatan nyata bagi umat.
“Barisan yang kuat adalah barisan yang bermanfaat. Kita tidak ingin organisasi ini stagnan. Program-program wajib akan diarahkan untuk mengasah kualitas kader agar mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada basis kemaslahatan warga NU,” tambahnya.
Menegaskan Kemandirian di Atas Prinsip Aswaja
Salah satu poin penting dalam tema pelantikan adalah penegasan kemandirian jam’iyah. Dalam pandangan pengurus, kemandirian bukanlah bentuk isolasi atau menutup diri dari sinergi.
Sebaliknya, kemandirian adalah keberanian organisasi dalam mempertahankan sikap tawazun (seimbang), tawasuth (moderat), dan i’tidal (tegak lurus) berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Kemandirian ini juga menjadi filter agar organisasi tetap memiliki marwah dalam berpikir, bersikap, dan bersosial, serta tidak mudah tergelincir ke arah pragmatisme politik praktis semata.
“Aset warga NU, baik secara struktural maupun kultural, adalah kekuatan besar yang tidak terbendung. Kita akan implementasikan kemandirian ini sebagai jati diri, agar NU di Probolinggo tetap menjadi pilar penyangga umat yang kokoh, mandiri, dan berwibawa,” katanya.
Diketahui, Konfercab X PCNU Kabupaten Probolinggo pada September 2025 lalu, menetapkan Kiai Abdul Hamid sebagai Rais Syuriyah dan Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan sebagai Ketua Tanfidziyah.
Tak lama berselang, pengurus disusun oleh formatur. Kemudian pada 7 April 2026, 32 pengurus PCNU masa khidmat 2026-2031 ini mendapatkan SK dari PBNU dan diamanahi untuk segela menggelar pelantikan.
Mari kita sambut pelantikan ini dengan spirit baru. Persiapkan diri, satukan langkah, dan terus berkontribusi untuk kemajuan Nahdlatul Ulama. (*)
- Penulis: M Iqbal

Saat ini belum ada komentar