Breaking News
dark_mode
Trending

Menjenguk Muktamar ke-35 NU

  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Bambang Sutedjo, S.Pd

PERHELATAN Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Kota ini menjadi ruang bersejarah tempat para muassis (pendiri) organisasi ini dilahirkan.

Ada pesan dan harapan besar yang saya nantikan dalam momen Muktamar pertama di abad kedua NU ini.

Muktamar kali ini merupakan perhelatan paling penting dan strategis, setidaknya setelah Muktamar ke-29 di Cipasung pada 1994 silam. Tulisan ini saya hadirkan sebagai bentuk “menjenguk” jam’iyah sekaligus jamaah.

Wujud “jengukan” ini coba saya tuangkan dari kerumunan pemikiran di kepala. Ada tiga poin utama yang menjadi fokus perhatian saya dalam Muktamar Jombang kali ini:

Dinamika

Ada tiga sudut pandang dinamika yang patut dicermati: dinamika politik (suksesi kepemimpinan PBNU), dinamika internal jam’iyah NU, serta dinamika persepsi publik terhadap jam’iyah NU.

Dampak

Pertanyaan yang terus mengusik benak saya adalah: Bagaimana dan seberapa besar Muktamar NU ini mampu memberi dampak nyata bagi jam’iyah dan jamaah di kehidupan sehari-hari?

Dampak yang diharapkan tentu bukan sebatas politik kekuasaan atau suksesi kepemimpinan semata, melainkan kemanfaatan nyata di berbagai sendi kehidupan yang dirasakan langsung oleh jamaah.

Gagasan

Setiap calon pemimpin tentu memiliki modal bondo wani dan dukungan massa yang kuat. Namun, hal yang sering terlewat dari perhatian kita adalah kemampuan merumuskan dan mengeksekusi gagasan jika terpilih nanti.

Jika gagasan-gagasan ini diadu secara terbuka dalam forum debat antar-kandidat di arena Muktamar, publik dan muktamirin dapat menilai secara jernih kompetensi dari masing-masing calon.

Arti Penting Muktamar 2026

Harus kita akui, Muktamar 2026 di Jombang menyedot perhatian yang sangat besar. Memiliki nilai strategis tinggi setelah Muktamar Cipasung 1994, perhelatan kali ini sangat diharapkan mampu mengakhiri ketegangan di tubuh elit PBNU yang mengemuka sejak akhir 2025, sekaligus menghentikan polarisasi yang ada.

Harapan besar mengemuka dari dua sisi:

  • Bagi Internal Jam’iyah: Muktamar berlangsung damai, adem, dan mampu membawa keputusan yang menyejahterakan jam’iyah maupun jamaah.
  • Bagi Eksternal/Publik: NU diharapkan kembali pada tugas utamanya sebagai pengayom umat dan bangsa.
  • Dinamika Ekonomi-Politik: Dari sisi isu strategis, perbincangan mengenai konsesi tambang kerap diperkirakan publik di media sosial sebagai pemicu ketegangan. Secara alamiah, publik makin penasaran akan seperti apa muara dari Muktamar 2026 ini.

Independensi dan Sikap

Dalam pandangan saya, kita tidak bisa sekadar bersikap netral yang pasif. Hal yang bisa dan harus dilakukan adalah bersikap independen, objektif, dan tanpa prasangka.

Tanggung jawab utama dan paling mendasar (first and foremost) bukanlah kepada siapa yang sedang memegang kekuasaan di PBNU, melainkan kepada marwah jam’iyah dan kesejahteraan jamaah NU. Kita harus bisa menjaga jarak yang sama kepada siapa pun yang sedang berkontestasi.

Dengan menjaga independensi dan menetralkan berbagai tekanan, Muktamar yang damai dan sejuk dapat terwujud. Muktamar tidak boleh melulu dipersepsikan sebagai konflik perebutan kekuasaan. Hal terpenting yang sering lupa kita kedepankan adalah mewujudkan gagasan kandidat yang berdampak nyata.

Mari kita berdoa dan berikhtiar agar Muktamar ke-35 NU berlangsung dengan damai dan menggembirakan—laksana menanti laga final Piala Dunia yang berakhir bahagia untuk semua. (*)

* Sekretaris ASNUTER PCNU Kabupaten Probolinggo Periode 2026–2031.

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260217 WA0019

    LDNU Probolinggo Luncurkan Sentra Syiar Ramadan, Sasar Daerah Blank Spot

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    BANTARAN– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kabupaten Probolinggo meluncurkan Sentra Syiar Ramadan NU sekaligus melepas Dai Muda Ramadhan di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin, Desa Kropak, Bantaran, Selasa (17/2/2025). Program ini dicanangkan untuk memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah-wilayah pelosok yang minim kegiatan keagamaan. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, yang […]

  • 1a832fe0 db27 4c4b 879c 808896cd5c38

    Sofia Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Kaderisasi PC Fatayat NU Probolinggo

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai instrumen utama dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan peran sosial di masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten […]

  • 667fd755 8f65 4c61 b56c cdc837d91304

    Dalam Haul KH. Utsman Husein, KH. Tuhfatul Ghani Ingatkan Besarnya Jasa Guru

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Situbondo, KH. Tuhfatul Ghani Mufaddhal menyampaikan tausiah penuh hikmah dalam acara Haul ke-32 KH. Utsman Husein, Pendiri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kamis (21/5/2026). Dalam tausiahnya, menantu KHR. Mohammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo Situbondo itu mengingatkan jamaah tentang besarnya hak dan jasa guru dalam kehidupan manusia. […]

  • IMG 20260212 WA0011

    Polemik Lima Hari Sekolah di Probolinggo, Bagaimana Nasib Madin dan Siswa SD?

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Rencana penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Probolinggo, Jatim, memicu diskusi panjang antara kebijakan birokrasi dan pelestarian pendidikan keagamaan. Menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Rabu (11/02/2026), berikut adalah rangkuman tanya-jawab untuk memperjelas duduk perkara bagi orang tua dan tenaga pendidik. Apakah benar ada kebijakan lima hari sekolah dari Dinas Pendidikan? […]

  • 9c58be53 14c6 4e7d b290 c6636734651e

    Kenang Jasa Tokoh NU, MWCNU Sumberasih Gelar Ziarah Baqbaroh

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle Muhammad Malik
    • 0Komentar

    SUMBERASIH – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar ziarah baqbaroh atau ziarah makam para tokoh NU dari masa ke masa pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian kedua peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh MWCNU Sumberasih. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus MWCNU Sumberasih, pengurus Ranting NU se-Kecamatan Sumberasih, […]

  • IMG 20260220 WA0059

    Menjinakkan Ego Pemuda Kekinian Lewat Manhaj Nabi Ismail

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    Oleh: Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo* GEMA takbir dan tahmid kembali membelah langit Probolinggo. Idul Adha selalu datang membawa aroma kemegahan spiritual yang khas. Namun, jika kita mau menelisik lebih dalam di balik rutinitas penyembelihan hewan kurban, ada sebuah narasi besar tentang relasi orang tua dan anak yang kerap kali luput dari ruang refleksi kita, yakni […]

expand_less