Breaking News
dark_mode
Trending

Perkuat Konsolidasi, GP Ansor Bantaran Rutinkan Rijalul Ansor di Ranting

  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANTARAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bantaran terus bergerak masif memperkokoh konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Langkah ini dibuktikan lewat gelaran rutin Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor bulanan yang kali ini dipusatkan di tingkat Pimpinan Ranting (PR).

Untuk edisi bulan ini, kegiatan spiritual sekaligus forum koordinasi tersebut dilaksanakan pada Ahad (24/05/2026) malam. Bertindak sebagai tuan rumah, majelis kali ini bertempat di kediaman Ketua PR GP Ansor Desa Gunung Tugel, Sahabat Hasani.

Suasana khidmah dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti pertemuan tersebut. Roda organisasi di tingkat anak cabang hingga ranting terlihat sangat solid dengan hadirnya sejumlah tokoh kunci komando Ansor-Banser Kecamatan Bantaran.

Pantauan di lokasi, hadir langsung Ketua PAC GP Ansor Bantaran Sahabat Ilyas Rukyat, Ketua MDS Rijalul Ansor Bantaran Sahabat Misnali, Komandan Banser Sahabat Hamidi, serta Dewan Penasehat Sahabat Abdullah. Kehadiran mereka berbaur bersama jajaran pengurus PAC dan utusan ranting se-Kecamatan Bantaran.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Istiqosah dan tahlil bersama yang ditujukan untuk keselamatan bangsa, keberkahan ummat, serta para pendahulu perjuangan Nahdlatul Ulama. Usai ritual spiritual kedekatan pada sang Pencipta, majelis dilanjutkan dengan forum musyawarah formal.

Forum musyawarah ini sengaja diletakkan di bagian akhir sebagai ruang strategis untuk mengevaluasi kinerja, mematangkan agenda program kerja ke depan, sekaligus mendengar langsung aspirasi serta dinamika yang berkembang di tingkat desa (ranting).

Melalui kombinasi kegiatan spiritual dan kultural yang konsisten ini, PAC GP Ansor Bantaran berharap ikatan emosional antar-kader semakin rekat. Selain itu, majelis bulanan ini diharapkan mampu menjadi benteng ideologi Ahlussunnah wal Jamaah yang kokoh sekaligus motor penggerak sosial di tengah masyarakat Kecamatan Bantaran. (*)

  • Penulis: Indra Subianto
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • C5f0ca12910c4fb09a403f373d09b262

    Peduli Sosial, Fatayat NU Dringu Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Krejengan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Akibat hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (10/03) sore mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Krejengan terendam banjir. Adapun Desa yang terdampak diantaranya adalah Desa Jatiurip, Desa Opo Opo, Desa Krejengan, Desa Kamal kuning dan Desa Tanjungsari. Dengan demikian Fatayat NU Kecamatan Dringu mendapatkan informasi bahwa daerah tersebut butuh bantuan seperti alat sholat dan […]

  • 618c6417 8f94 4181 9971 f8f15b1a8f56

    Fatayat NU Probolinggo Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Fokus Tingkatkan IPM 2026

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo – Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2026. Rabu (14/01/2026) Fatayat NU hadir tidak hanya sebagai organisasi sosial-keagamaan, tetapi juga sebagai pelaksana program pemberdayaan masyarakat secara nyata, khususnya perempuan, anak, dan keluarga. Dalam berbagai kegiatan, Fatayat NU […]

  • IMG 20250418 WA0019

    Harjakapro, Berikut Harapan Fatayat NU Kabupaten Probolinggo

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Dibawah Kepemimpinan Gus Haris dan Ra Fahmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati telah membuka berbagai peluang besar bagi Probolinggo untuk berkembang lebih pesat. Visi Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing) yang digagas oleh pemerintah daerah merupakan sebuah peta jalan yang komprehensif, tidak hanya dalam hal pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia yang […]

  • 981c15ff 63e2 4dc9 95a9 6e908be45a01

    Sofia Pimpin Penguatan Kapasitas Pengurus Ranting Fatayat NU Kareng Kidul sebagai Basis Pemberdayaan Perempuan Desa

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Penguatan kapasitas pengurus ranting dinilai menjadi faktor kunci dalam menentukan kuat atau tidaknya peran Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di tingkat desa. Atas dasar kesadaran tersebut, Pimpinan Ranting Fatayat NU Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan penguatan kapasitas pengurus dan anggota yang diikuti sekitar 80 peserta, sekaligus menjadi pertemuan perdana rutinan Majelis Shalawat […]

  • Ffaef537 866a 4ef5 a1b1 e7e92cec26b5

    Peringati Harlah ke-76, Fatayat NU Wonomerto Teguhkan Peran Perempuan untuk Peradaban

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU yang dirangkai dengan halal bihalal berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Kantor MWCNU Wonomerto, Minggu (27/04/2026). Mengusung tema “Maju Bersama, Menguat Bersama, untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia,” kegiatan ini diselenggarakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Wonomerto bersama Ranting Fatayat NU Kareng Kidul, serta dihadiri berbagai […]

  • WhatsApp Image 2026 05 19 at 12.43.39

    Kisah Jenaka Jemaah Haji Probolinggo: Mengira Madu Hitam, Sekalinya Petis Madura!

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle H. Ahmad Zaini
    • 0Komentar

    Oleh: H. Ahmad Zaini dari Makkah MAKKAH– Menjalankan ibadah haji selama kurang lebih 40 hari di Arab Saudi ternyata bukan hanya perihal ketahanan fisik dan spiritual. Bagi sebagian besar jemaah asal Indonesia, ada satu ujian senyap yang kerap kali menguji ketangguhan mereka: ujian lidah. Setelah tinggal hampir 30 hari di tanah suci, setelah melewati fase […]

expand_less