IHF Fatayat NU Probolinggo Salurkan Wakaf Al Qur’an Kepada Hafidzah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO — Ikatan Hafidzah Fatayat (IHF) Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menyalurkan wakaf Al-Qur’an khusus tahfiz kepada 20 hafidzah di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nur, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat tradisi menghafal Al-Qur’an, mendukung kebutuhan para penghafal Al-Qur’an, sekaligus mengembangkan gerakan dakwah Qur’ani di lingkungan Fatayat NU.
Penyaluran wakaf tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo melalui IHF bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo dan Syamil Qur’an. Sinergi lintas lembaga ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an dan keberlangsungan tradisi tahfiz di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an An-Nur yang beralamat di Jalan Pesantren, Dusun Kulak Utara, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Perkuat Gerakan Dakwah Qur’ani
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, M.Pd., menyampaikan bahwa penyaluran wakaf Al-Qur’an khusus tahfiz merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap para hafidzah sekaligus bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam dakwah dan pendidikan keislaman.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap wakaf Al-Qur’an tidak hanya menjadi sarana penunjang dalam menjaga dan mengulang hafalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mendorong lahirnya perempuan-perempuan penggerak dakwah yang berilmu, berakhlak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini,” demikian draf pernyataan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo yang perlu dikonfirmasi sebelum dipublikasikan sebagai kutipan langsung.
Menurut semangat yang diusung dalam kegiatan ini, penguatan kapasitas hafidzah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga dengan upaya membangun peran perempuan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, mengembangkan pendidikan Al-Qur’an, dan menghadirkan dakwah yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Kolaborasi IHF, LDNU, dan Syamil Qur’an
Ketua IHF PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Ning Liadatul Magfiroh, menjadi bagian dari penggerak kegiatan yang secara khusus menyasar para hafidzah Fatayat. Melalui IHF, Fatayat NU menghadirkan ruang kolaborasi untuk memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan para penghafal Al-Qur’an sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan tahfiz.
Kolaborasi dengan LDNU Kabupaten Probolinggo, yang diketuai KH. Jamaluddin Al-Ghozali, M.Pd., serta Syamil Qur’an melalui Ustazah Luluk Rosyidah, memperluas sinergi dalam mendukung kegiatan keagamaan berbasis Al-Qur’an.
Kerja sama tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur organisasi dan mitra dalam menghadirkan program yang bermanfaat. Dukungan terhadap para hafidzah menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran, penghafalan, dan pengamalan Al-Qur’an.
Wakaf Al-Qur’an untuk Mendukung Murajaah
Sebanyak 20 hafidzah menerima Al-Qur’an khusus tahfiz dalam kegiatan tersebut. Al-Qur’an ini diharapkan dapat membantu para penerima dalam menjalankan aktivitas menghafal dan murajaah, yakni mengulang hafalan agar tetap terjaga.
Bagi para penghafal Al-Qur’an, murajaah merupakan bagian penting dari proses menjaga hafalan. Karena itu, dukungan berupa penyediaan mushaf yang menunjang kegiatan tahfiz diharapkan dapat memberikan manfaat dalam aktivitas belajar dan menjaga hafalan secara berkelanjutan.
Penyaluran wakaf ini juga menjadi pengingat bahwa penguatan pendidikan Al-Qur’an membutuhkan kepedulian bersama, baik melalui dukungan sarana pembelajaran maupun kerja sama antarlembaga yang memiliki perhatian terhadap dakwah dan pendidikan Islam.
Komitmen Fatayat NU dalam Pemberdayaan Perempuan
Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program keagamaan yang memperkuat kapasitas kader perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an dan dakwah.
Keberadaan IHF menjadi salah satu ruang penguatan bagi para hafidzah di lingkungan Fatayat NU agar dapat terus menjaga hafalan, memperdalam pemahaman keagamaan, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Kolaborasi antara IHF PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, LDNU, dan Syamil Qur’an diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperluas manfaat program wakaf Al-Qur’an serta memperkuat ekosistem pendidikan tahfiz di Kabupaten Probolinggo.
Dengan semangat khidmah, kolaborasi, dan kepedulian terhadap Al-Qur’an, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada penyaluran mushaf, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk merawat tradisi Qur’ani dan memperkuat peran perempuan dalam dakwah Islam yang berkelanjutan.
- Penulis: Siti Nurhaliza

Saat ini belum ada komentar