Breaking News
dark_mode
Trending

Polemik Lima Hari Sekolah di Probolinggo, Bagaimana Nasib Madin dan Siswa SD?

  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Rencana penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Probolinggo, Jatim, memicu diskusi panjang antara kebijakan birokrasi dan pelestarian pendidikan keagamaan.

Menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Rabu (11/02/2026), berikut adalah rangkuman tanya-jawab untuk memperjelas duduk perkara bagi orang tua dan tenaga pendidik.

Apakah benar ada kebijakan lima hari sekolah dari Dinas Pendidikan?

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono menegaskan, pemerintah daerah tidak melakukan pemaksaan. Menurutnya, surat yang beredar adalah upaya pendataan untuk mengevaluasi sekolah yang sudah atau berencana menerapkan pola tersebut.

    “Tidak ada kebijakan pemaksaan lima hari sekolah. Yang sudah berjalan akan kami evaluasi, yang belum akan dikaji. Tidak ada keputusan sepihak,” tegas Hary Tjahjono.

    Mengapa ini memicu penolakan dari PCNU dan FKDT?

      Penolakan muncul karena kekhawatiran matinya lembaga sore seperti Madin dan TPQ. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan mengungkapkan fakta bahwa di SMP yang sudah menerapkan 5 hari sekolah, partisipasi siswa ke Madin hampir nol.

      Sementara Ketua FKDT, Ahmad Ubaidillah, menekankan perlunya perlindungan terhadap local wisdom sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan.

      Berapa banyak sekolah di Probolinggo yang saat ini sudah menerapkan 5 hari sekolah?

        Berdasarkan data dari Disdikdaya, saat ini terdapat sekitar 27 SMP dan 26 SD yang sudah menjalankan pola tersebut. Hary Tjahjono menyebutkan bahwa penerapan di sekolah-sekolah tersebut umumnya dipicu oleh faktor geografis dan jarak tempuh siswa.

        Bagaimana nasib Madin jika kebijakan 5 hari sekolah tetap dijalankan?

          Dalam RDP, muncul opsi “jalan tengah” agar jam pulang sekolah tetap memungkinkan siswa mengikuti mengaji sore. Opsi yang disepakati oleh para stakeholder adalah:
          Senin – Kamis: 07.00 – 13.10 WIB
          Jumat: 07.00 – 10.50 WIB
          Anggota Komisi IV DPRD, Arief Hidayat, menyebut opsi ini diterima semua peserta RDP karena memberi waktu siswa beristirahat sebelum masuk Madin atau TPQ.

          Apa rekomendasi DPRD untuk mengatasi kegaduhan komunikasi ini?

            Wakil Ketua Komisi IV, Rendra Hadi Kusuma, menilai polemik ini terjadi karena lemahnya komunikasi pemerintah daerah. Sebagai solusi, DPRD mendorong pembentukan Forum Komunikasi Pendidikan Kabupaten Probolinggo yang melibatkan tokoh agama dan ormas seperti NU, Muhammadiyah, dan FKDT.

            “Penerapan 5 hari sekolah tidak boleh lepas dari komunikasi dinas pendidikan dan stakeholder lain seperti Madin dan TPQ,” ujar Arief Hidayat menambahkan.

            Adakah sekolah yang bisa menjadi percontohan sinergi ini?

              Ada. Di Kecamatan Banyuanyar, terdapat sekolah yang tetap masuk 6 hari namun mewajibkan siswanya untuk mengikuti Madin dan TPQ. Hal ini dipuji oleh DPRD sebagai bentuk komunikasi terbuka antara lembaga pendidikan formal dengan lingkungan sekitarnya. (*)

              • Penulis: adminnuprob

              Komentar (0)

              Saat ini belum ada komentar

              Silahkan tulis komentar Anda

              Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

              Rekomendasi Untuk Anda

              • Sij87qk6x9fsvvg

                Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

                • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
                • account_circle adminnuprob
                • 0Komentar

                PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial. Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak […]

              • IMG 20260906 WA0059 photo_camera 1

                Kiai Teguh Tegaskan Arah Baru NU Dringu, Program Kerja Harus Menyasar Gen Z

                • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
                • account_circle Saifullah
                • 0Komentar

                Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan.

              • WhatsApp Image 2026 07 01 at 09.53.23 (1)

                Arungi Lautan, MWCNU Sumberasih Tutup Maraton Musran di Pulau Gili Ketapang

                • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
                • account_circle Aswandi
                • 0Komentar

                SUMBERASIH – Komitmen berkhidmah tanpa batas wilayah ditunjukkan secara nyata oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Setelah berlangsung selama hampir sebulab penuh, rangkaian Musyawarah Ranting (Musran) di 13 desa di Kecamatan tersebut sukses dituntaskan pada Selasa (30/6/2026) malam. Tak sekadar konsolidasi biasa, puncak sekaligus penutupan rangkaian Musran ini digelar secara […]

              • IMG 20260822 WA0077

                Fatayat NU Wonomerto Unjuk Produk Lokal, Camat Dorong Penguatan UMKM

                • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
                • account_circle Moch Sulaiman
                • 0Komentar

                WONOMERTO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Wonomerto memanfaatkan Bazar UMKM se-Kecamatan Wonomerto sebagai ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan potensi usaha anggotanya. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jumat-Sabtu (21-22/8/2026), tersebut mendapat dukungan dari Camat Wonomerto, Rasyidhi, S.Sos., M.M. Rasyidhi menyampaikan dukungannya saat membuka sekaligus meninjau pelaksanaan bazar yang menjadi bagian […]

              • 48447c59 698c 480f 9d6e dc46b132607a

                Pikat Pelajar dan Santri Bantaran, PAC IPNU IPPNU Gelar Makesta di Ponpes Nahdlatul Muta’alimin

                • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
                • account_circle Siti Nurhaliza
                • 0Komentar

                BANTARAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bantaran sukses menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Jumat hingga Sabtu, 29–30 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo ini menjadi langkah strategis dalam membentengi moral generasi […]

              • IMG 20260709 WA0038

                Tantangan Setelah Perda Fasilitasi Pesantren Probolinggo Disahkan

                • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
                • account_circle Arief Hidayat (Anggota DPRD Kab. Probolinggo)
                • 0Komentar

                SEHARI setelah disahkan pada Senin (6/7/2026), situs resmi PCNU Kabupaten Probolinggo, NUProbolinggo.or.id menyajikan serial edukasi mengenai Perda Fasilitasi Pesantren. Yang mengupas isi regulasi tersebut dengan bahasa yang sederhana. Serial edukasi seperti itu sangat perlu, agar masyarakat bisa tahui bahwa perda ini bukan sekedar membuka peluang bantuan bagi pesantren. Tapi juga menegaskan jati diri pesantren sebagai […]

              expand_less