Breaking News
dark_mode
Trending

Cetak Generasi Qur’ani, JQHNU Probolinggo Wisuda 101 Santri Tartila

  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEGALSIWALAN— Tartila Center di bawah naungan Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Wisuda Bersama Santri TPQ Metode Tartila, Ahad (13/9/2026).

Agenda tahunan setiap momen bulan Maulid Nabi ini dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren Assyarbani, Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan, yang diasuh KH Mukhlis Karim.

Sebanyak 101 santri dari berbagai TPQ di wilayah kerja PC JQHNU Kabupaten Probolinggo dinyatakan lulus dan diwisuda. Sebelumnya, para peserta telah melewati tahapan munaqasah atau ujian tahsin Al-Qur’an yang digelar di TPQ Al-Hamidiyah, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Ahad (9/8/2026).

Prosesi wisuda tersebut dihadiri Rais PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Abdul Hamid, Ketua Tanfidziyah PCNU Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Probolinggo Muhammad As’adi, serta jajaran pengurus JQHNU hingga tingkat kecamatan (PAC) dari 11 kecamatan.

Pesan Kiai Teguh: Menjaga Al-Qur’an Melalui Istiqamah

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur (nuzulul Qur’an) membawa ikhtibar mendalam bagi umat Islam, khususnya para santri pembelajar Al-Qur’an.

Kiai Teguh mengimbau para santri yang telah diwisuda tidak berhenti berproses, melainkan terus konsisten menjaga kedekatan dengan kitab suci.

“Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur. Maka para santri diharapkan bisa terus istiqamah menjaga Al-Qur’an dengan cara mempelajari, menghafal, dan mengamalkan isi kandungannya. Ini adalah salah satu cara yang diratai Allah untuk menjaga kesucian Al-Qur’an di muka bumi,” ujar Kiai Teguh.

Kemenag Minta Orang Tua Kawal Generasi Qur’ani

Dukungan terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an juga disampaikan Kasi Penma Kemenag Kabupaten Probolinggo, Muhammad As’adi. Mengutip hadis riwayat Nabi tentang keutamaan orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, ia menekankan pentingnya peran orang tua pascawisuda.

“Sebaik-baik kita adalah yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Saya mengajak para orang tua untuk terus mendukung dan membimbing anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an, agar semakin banyak generasi Qur’ani yang menjadi tumpuan harapan kita semua,” tutur As’adi.

Rangkaian Wisuda Bersama Metode Tartila ini ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para muassis, guru, serta kelancaran proses belajar para santri di tingkat TPQ masing-masing. (*)

  • Penulis: Mukarroman
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1000439898 photo_camera 6

    ASWAJA NU Center Probolinggo Jaga Ruh Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • 0Komentar
  • WhatsApp Image 2025 07 07 at 10.17.23 bb7537d2

    Dzahin Alaisa, Yatim Cilik dari Probolinggo Hafal Juz 30 di Usia 7 Tahun: Bukti bahwa Cinta Al-Qur’an Bisa Menguatkan Segalanya

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo, Jawa Timur – Di pelosok Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, seorang anak perempuan bernama Dzahin Alaisa tumbuh menjadi inspirasi bagi banyak orang. Lahir pada 26 Agustus 2016, Dzahin kini berusia 7 tahun dan telah menghafal Juz 30 Al-Qur’an, serta bercita-cita menjadi seorang Hafidzoh. Dzahin adalah siswi aktif di MI Tarbiyatul Ula Desa Sumberkare, […]

  • IPNU

    Konsolidasi di Kaki Bromo, IPNU-IPPNU Probolinggo Perkuat Akar Rumput Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    SUKAPURA – Geliat pergerakan pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo kian mantap. Ratusan kader memadati kawasan Gerbang Wisata Sukapura (GWS) dalam agenda Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II, Kamis-Jumat (5–6/6/2026). Mengusung tema besar “Probolinggo Berdaya: Kader Revolusioner, Aksi Nyata, Peradaban Berdaulat”, forum ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk memetakan arah gerak […]

  • C5f0ca12910c4fb09a403f373d09b262

    Peduli Sosial, Fatayat NU Dringu Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir Krejengan

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Akibat hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo, Senin (10/03) sore mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Krejengan terendam banjir. Adapun Desa yang terdampak diantaranya adalah Desa Jatiurip, Desa Opo Opo, Desa Krejengan, Desa Kamal kuning dan Desa Tanjungsari. Dengan demikian Fatayat NU Kecamatan Dringu mendapatkan informasi bahwa daerah tersebut butuh bantuan seperti alat sholat dan […]

  • WhatsApp Image 2026 01 25 at 11.49.42

    Harlah 1 Abad NU Wonomerto Probolinggo: Dari ‘Narek Urunan’ ke ‘Nurok Urunan’

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader untuk mengubah paradigma berorganisasi dari “Narek Urunan” (Menarik Iuran) menjadi “Nurok Urunan” (Kesadaran Berkontribusi). Pesan ini menjadi salah satu poin utama dalam peringatan Isra’ Mikraj sekaligus tasyakuran Harlah 1 Abad NU di Desa Kareng Kidul, kecamatan setempat pada Sabtu […]

  • Images

    Catatan Perjalanan Haji: ‘Drama’ Aplikasi Nusuk dan Tangis di Madinah

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle H. Ahmad Zaini
    • 0Komentar

    Oleh: H. Ahmad Zaini MADINAH – Menjadi pelayan tamu Allah (Dhuyufurrahman) memang penuh warna. Bukan hanya soal membimbing ibadah, tapi juga harus siap menjadi teknisi dadakan hingga penengah urusan rumah tangga jemaah. Pengalaman unik ini saya alami sendiri saat mendampingi rombongan jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo di bawah payung Masjid Nabawi, Kota Madinah, yang megah. […]

expand_less