Breaking News
dark_mode
Trending

Keutamaan Selawat dan Maulid: Alasan Doa Membutuhkan ‘Sopir’

  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WONOMERTO— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Leluhur bukan sekadar tradisi tahunan atau pengumpul massa. Lebih dari itu, majelis ilmu dan dzikir menjadi sarana menata kembali hubungan spiritual hamba dengan Baginda Rasulullah SAW serta mempererat tali silaturahmi antarsesama.

Umat Islam diajak untuk tidak hanya melihat kemeriahan fisik sebuah majelis, melainkan menyelami hakikat penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Poin mendasar ini ditegaskan oleh Habib Qushay bin Abdullah Assegaf saat memberikan tausiyah dalam Peringatan Maulid Nabi dan Haul Keluarga Besar Beringin Korong di Tunggak Cerme, Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (6/9/2026).

Menurut Habib Qushay, kemuliaan majelis Maulid tidak diukur dari mewah atau sederhananya fasilitas yang disajikan. Melainkan dari kadar niat dan penghormatan yang

dihadirkan di dalam hati.

Selawat Sebagai ‘Sopir’ Penunjuk Jalan Doa

Dalam tausiyahnya, Habib Qushay memberikan perumpamaan yang sangat jernih mengenai kedudukan selawat dalam kehidupan seorang mukmin.

Beliau mengibaratkan selawat seperti seorang sopir bus atau kendaraan yang sangat memahami rute dan tempat tujuan.

Tanpa sopir yang paham arah, perjalanan sebuah kendaraan berisiko tersesat atau tidak sampai ke tujuan. Begitu pula dalam konteks berdoa kepada Allah SWT.

“Perbanyaklah selawat, karena dengan selawat Allah memuliakan manusia. Ibarat sopir yang tahu jalan dan tempat tujuan, doa kita kepada Allah SWT hendaklah diawali dan diakhiri dengan selawat,” tutur Habib Qushay.

Ulama mengajarkan bahwa doa yang dipanjatkan seorang hamba berada di antara langit dan bumi, belum terangkat ke haribaan Allah SWT sebelum dibacakan selawat kepada Rasulullah SAW.

Karena itu, menjadikan selawat sebagai “pembuka dan penutup” doa adalah kunci agar hajat seorang hamba diijabah.

Menggantungkan Harapan pada Barokah Nabi

Lebih lanjut, Habib Qushay menegaskan pentingnya menyandarkan seluruh dimensi kehidupan—baik urusan dunia, ibadah salat, maupun niat-niat kebaikan—kepada sosok Nabi Muhammad SAW.

Siapa saja yang menggantungkan urusannya kepada Baginda Nabi, maka Allah SWT akan mengalirkan keberkahan dalam kehidupannya.

Perpaduan antara pembacaan selawat, penghormatan kepada muassis serta leluhur melalui tradisi Haul, dan penyambungan tali silaturahmi warga merupakan perwujudan konkret dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Melalui majelis-majelis sederhana di tengah masyarakat, keimanan dirawat, persaudaraan diperkokoh, dan rasa cinta (mahabbah) kepada Rasulullah SAW terus dinyalakan secara istiqamah. (*)

  • Penulis: Moch Sulaiman
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana Rapat MWCNU Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo. photo_camera 1

    MWCNU Dringu Matangkan Persiapan Musyawarah Ranting

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar rapat persiapan pelaksanaan Musyawarah Ranting yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah konsolidasi organisasi guna memastikan pelaksanaan musyawarah berjalan tertib, lancar, dan sesuai mekanisme organisasi. Rapat dihadiri jajaran pengurus harian, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan […]

  • Pelantikan

    Usung Semangat Kemandirian, PCNU Kabupaten Probolinggo Siap Dilantik

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 akan dilantik Ahad (7/6/2026) di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan. Kabupaten setempat. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Mengusung tema besar “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam’iyah,” kepengurusan ini hadir sebagai lanjutan dari semangat Konfercab X tahun […]

  • IMG 20260517 WA0029

    PBNU Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    JAKARTA– Pengurus Besar Nahdlatul Ulama secara resmi mengikhbarkan bahwa awal bulan Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Dengan ketetapan tersebut, maka Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1447 H dipastikan bertepatan dengan Rabu Wage, 27 Mei 2026 M. Keputusan strategis ini tertuang dalam surat edaran resmi PBNU dengan nomor […]

  • Alquran

    Perkuat Tradisi Mengaji, MWCNU Wonomerto Bagikan Al-Qur’an ke Ranting

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto mendistribusikan puluhan Al-Qur’an secara simbolis kepada para guru ngaji dan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (17/5/2026). Aksi sosial yang dikemas dalam forum keagamaan rutin di Desa Kedungsupit ini, merupakan langkah nyata NU dalam menyokong dakwah Al-Qur’an. Sekaligus merawat tradisi mengaji di tingkat akar rumput. […]

  • IPNU

    Konsolidasi di Kaki Bromo, IPNU-IPPNU Probolinggo Perkuat Akar Rumput Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    SUKAPURA – Geliat pergerakan pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo kian mantap. Ratusan kader memadati kawasan Gerbang Wisata Sukapura (GWS) dalam agenda Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II, Kamis-Jumat (5–6/6/2026). Mengusung tema besar “Probolinggo Berdaya: Kader Revolusioner, Aksi Nyata, Peradaban Berdaulat”, forum ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk memetakan arah gerak […]

  • IMG 20260519 WA0014

    Ketua PCNU di Musran Kropak: Program NU Harus Hidup di Akar Rumput

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    KROPAK – Musyawarah Ranting (Musran) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo yang digelar pada Senin (28/5/2026) malam, resmi menetapkan nahkoda baru untuk masa khidmah 2026-2031. Dalam musyawarah yang berlangsung khidmat di Musala Al-Barokah, Dusun Pasar Sambek tersebut, Kiai Bakir Kholil terpilih sebagai Rais Syuriah, sementara Ustadz Syahid secara aklamasi mandat amanah sebagai […]

expand_less