Breaking News
dark_mode
Trending

Arief Hidayat: Dari Santri Gembala Bebek ke Parlemen Probolinggo

  • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO, nuprobolinggo.or.id — Perjalanan hidup seorang pemimpin sejati tidak lahir dari karpet merah kemudahan, melainkan ditempa oleh ketulusan hidup di tengah denyut nadi rakyat kecil.

Nilai inilah yang mengakar kuat pada sosok Arief Hidayat, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Banyuanyar, Leces, dan Tegalsiwalan.

Lahir di Desa Clarak, Kecamatan Leces, pada Oktober 1984, Arief tumbuh dan berkembang di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Islam—lembaga pendidikan yang dirintis oleh ayahandanya, KH. Sumar Syamsul Arifin, pada tahun 1970.

Pesantren ini dikenal luas di Probolinggo karena konsistensinya membina anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa, serta menaungi lembaga pendidikan formal seperti MI Hidayatul Islam, MTs Hidayatul Islam, dan SMK Hidayatul Islam.

Tumbuh Tanpa Keistimewaan: Belajar Arti Kesetaraan

Meski merupakan darah daging pengasuh pesantren, masa kecil Arief diwarnai dengan didikan keras dan egaliter. Ia dibesarkan berdampingan langsung dengan belasan anak yatim piatu yang diasuh oleh sang ayah masa itu, tanpa ada sekat maupun perlakuan istimewa.

“Saya tidak lahir dari pesantren, tetapi sejak kecil kehidupan saya telah mengajarkan nilai-nilai yang kelak saya pahami sebagai bagian dari pendidikan santri: kesederhanaan, keikhlasan, dan pengabdian,” kenang Arief dalam refleksi pribadinya.

Ia mengenang bagaimana sang ayah mendidiknya setara dengan anak-anak yatim lainnya. “Kalau anak yatim mengembala bebek, saya juga mengembala bebek,” tambahnya.

Rutinitas harian tersebut ia jalani sambil merampungkan pendidikan dasar hingga menengah pertama di lingkungan Ponpes Hidayatul Islam, sebelum melanjutkan sekolah ke MAN 1 Kota Probolinggo.

Selepas Aliyah, ia memilih untuk benar-benar nyantri dan memperdalam ilmu agama di Ponpes Nurul Jadid, Paiton, pada tahun 2001–2005.

Di jalur formal, ia menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Tarbiyah IAI Nurul Jadid (kini Universitas Nurul Jadid), aktif di Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sebelum melanjutkan studi S2 di UIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun 2007.

Dari Pendamping PKH hingga Panggung Parlemen

Sebelum melangkah ke dunia politik praktis, Arief mendedikasikan tenaga dan pikirannya di dunia pendidikan dengan menjabat sebagai Kepala SMK Hidayatul Islam.

Namun, panggilan pengabdian sosialnya semakin teruji ketika pada tahun 2015 ia diamanahi sebagai Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH)—program bantuan sosial bersyarat dari Kementerian Sosial untuk memutus rantai kemiskinan warga rentan.

Pengalaman turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan keluarga prasejahtera, dan memahami persoalan wong cilik secara riil membentuk empati kerakyatan yang mendalam.

Ketika memutuskan maju sebagai calon legislatif pada 2024, motivasinya sangat sederhana: meneruskan kemanfaatan seluas-luasnya, karena ia menyadari bahwa jalan pengabdian kepada umat tidak harus selalu berada di struktur yayasan pesantren.

Latar belakang yang lekat dengan dunia pendidikan dan sosial ini mengantarkannya dipercaya duduk di Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra)—bermitra strategis dengan Dinas Pendidikan, Dinkes, Dinsos, Disnaker, P3AP2KB, hingga Kemenag.

Pesan Ayah dan Khidmah di NU

Di tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU), rekam jejak Arief sangat matang. Ia pernah diamanahi sebagai pengurus Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo, memimpin PC Lakpesdam Kabupaten Probolinggo, hingga kini diamanahi sebagai salah satu A’wan PCNU Kabupaten Probolinggo.

Seluruh langkah perjuangannya senantiasa dikendalikan oleh pesan mendiang ayahnya dalam Bahasa Madura yang selalu ia pegang erat:

“Mon keranah odik tak manfaat, jek bit abit odien” (Kalau sekiranya hidup tidak membawa manfaat kepada orang lain, hidup jangan lama-lama).

Bagi Arief Hidayat, jabatan dan kedudukan di ruang-ruang kebijakan hari ini hanyalah sarana titipan.

“Jika hari ini saya berada di ruang-ruang pengambilan kebijakan, saya tidak ingin lupa pada nilai-nilai yang membentuk perjalanan hidup saya. Bahwa ilmu harus melahirkan kerendahan hati, jabatan adalah amanah, dan pengabdian sejati selalu dimulai dari keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan,” tuturnya.

Menutup refleksinya di momentum Hari Santri Nasional, ia menegaskan esensi perjuangan santri di era modern:

“Bagi saya, spirit Hari Santri bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan, tetapi menjaga agar nilai-nilai kesantrian tetap hidup dalam setiap langkah: ikhlas dalam berjuang, tawaduk dalam berilmu, sederhana dalam kehidupan, dan bermanfaat bagi sesama. Jihad santri adalah merawat ilmu, menjaga akhlak, membela yang lemah, dan mengabdi untuk kemaslahatan umat dan bangsa.” (*)

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 230a27e5 d605 4ffa a7cb 493d9e875ec7

    Mencetak Pemimpin Nahdliyin Visioner, PAC IPNU IPPNU Leces Sukses Gelar LAKMUD III

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    LECES – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Leces kembali meneguhkan komitmennya dalam merawat keberlanjutan organisasi. Melalui Latihan Kader Muda (LAKMUD) III yang digelar pada 14–17 Mei 2026, badan otonom NU ini sukses menggembleng para kader pilihan guna melahirkan generasi penerus yang progresif dan […]

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • WhatsApp Image 2026 06 07 at 18.53.49

    Ketua PCNU Probolinggo: Pelantikan Jadi Momentum Penguatan Khidmat dan Sinergi

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menyampaikan pesan penting dalam sambutannya saat pelantikan di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Ahad (7/6/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan ritme organisasi untuk menjawab tantangan umat. Berikut adalah pokok-pokok pikiran dari sambutan lengkap Kiai Teguh: Pelantikan sebagai Momentum Kebersamaan Pertemuan hari […]

  • 9b65cbc4 cbd5 4457 b2cf 1b67ad476f26

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Siap Hadiri Musda KNPI, Dorong Regenerasi Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, 2 Juli 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Probolinggo, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk ikut menyukseskan agenda tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat peran organisasi kepemudaan di daerah. Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menyampaikan bahwa Musda KNPI perlu segera digelar agar terjadi regenerasi dan […]

  • C9b42370 c1d8 4bbb b869 459bda1a2b05

    Usai Diklat Pelatih di Kediri, Aan Bawa Misi Penguatan Kaderisasi CBP KPP Probolinggo

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Wakil DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo, Abdut Tawwabbur Rochman atau yang akrab disapa Aan, rampung mengikuti Diklat Pelatih CBP KPP yang digelar DKC CBP KPP Kabupaten Kediri pada 14–17 Mei 2026 di Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Keikutsertaan Aan menjadi bagian dari langkah strategis DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kapasitas kader, […]

  • F829579a 6406 4989 8f5d a652eae26ac1

    ISNU Probolinggo Ikuti FGD Santri Next Bersama PW ISNU Jawa Timur

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    SURABAYA – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Probolinggo turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Santri Next: Dari Pesantren Menjadi Game Changer Transformasi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Hotel Mercure Surabaya. Mengusung tema besar “Gerbang Baru Nusantara: Dari Pesantren Menjadi Game Changer […]

expand_less