
TONGAS – ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo periode 2025 – 2030 menunjukkan gaya khasnya dalam merawat soliditas organisasi. Bukan dengan rapat kaku di ruang ber-AC, para pengurus justru memilih turba (turun ke bawah) langsung ke rumah para pengurus inti.
Kali ini, rombongan ASWAJA NU Center menyambangi kediaman Bendahara ASWAJA NU Center, Junaidi, di Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Suasana berlangsung santai, penuh canda, namun sarat makna kebersamaan.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan ke rumah Wakil Sekretaris ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo, Saifullah.
Dari rumah ke rumah, pengurus menegaskan bahwa organisasi ini tidak hanya hidup di atas kertas administrasi, tetapi juga di ruang-ruang silaturahmi.
Ketua ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo, Arfam Sudada, mengatakan bahwa kegiatan turba ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga ruh organisasi agar tetap hangat dan solid.
“ASWAJA NU Center ini bukan hanya soal program dan agenda, tapi soal kebersamaan. Dengan turba seperti ini, kami ingin memastikan bahwa pengurus tetap saling terhubung, saling menguatkan, dan tetap satu frekuensi,” ujar Arfam.
Menurutnya, silaturahmi langsung ke rumah pengurus menjadi cara efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus mempererat hubungan emosional antarpengurus.
“Kadang ide besar justru lahir dari obrolan santai sambil ngopi di rumah pengurus,” tambahnya sambil tersenyum.
Melalui kegiatan turba ini, ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan khidmah kepada Nahdlatul Ulama, dengan cara yang sederhana namun bermakna. *