Menyatukan Frekuensi di Rumah Besar: Catatan dari Rakor dan Upgrading Kaderisasi IPNU IPPNU Probolinggo
- calendar_month Senin, 26 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO – Suasana di Sekretariat PC NU Kabupaten Probolinggo tampak lebih dinamis pada Minggu pagi, 25 Januari 2026. Puluhan penggerak Departemen Kaderisasi berkumpul untuk satu tujuan besar: menyatukan langkah lewat agenda Rapat Koordinasi dan Upgrading. Mengusung tema besar “Sinkronisasi Gerak Kaderisasi”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat barisan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, Rekan Ahmad Dwi Juharmanto, menegaskan bahwa kaderisasi bukanlah sekadar rutinitas, melainkan jantung dari napas organisasi. Dalam wawancaranya, ia menekankan pentingnya menyatukan frekuensi perjuangan dari tingkat cabang hingga ke ranting.
“Kaderisasi itu jantung kita. Tanpa sinkronisasi, potensi besar yang kita miliki hanya akan terpecah-pecah. Kita butuh kualitas yang terstandar agar loyalitas kader tidak mudah goyah oleh perubahan zaman,” ungkap Rekan Juharmanto dengan nada optimis.
Langkah ini, menurutnya, adalah fondasi utama untuk mendukung visi besar #PROBeyond. Tujuannya jelas: mencetak kader yang profesional, progresif, dan memiliki kompetensi di atas rata-rata. Menariknya, materi yang diberikan tidak hanya berkutat pada soal administratif, tapi juga menyentuh aspek psikologi massa dan penguatan ideologi Aswaja An-Nahdliyah.
Hadirnya Rekan Muhammad Lazib, Waka II PW IPNU Jawa Timur, menambah bobot strategis acara ini. Ia membawa roadmap baru untuk menyelaraskan program di tingkat wilayah dengan cabang. Sinergi ini semakin lengkap dengan kekompakan Rekan Ahmad Dwi Juharmanto dan Ketua PC IPPNU, Rekanita Siti Nurazizah, yang mengusung prinsip “Satu Visi, Dua Pergerakan”.
Pemilihan lokasi di Sekretariat PC NU pun bukan tanpa alasan. Rekan Ahmad Dwi Juharmanto menyebutnya sebagai momen “pulang ke rumah” untuk menyerap keberkahan para kiai. Baginya, berada di gedung ini mengingatkan setiap kader bahwa khidmah di IPNU IPPNU adalah bagian dari perjuangan besar Nahdlatul Ulama.
Pasca-agenda ini, aksi nyata langsung disiapkan. Akselerasi pendampingan ke tingkat PAC akan segera dilakukan guna memastikan hasil koordinasi ini sampai ke akar rumput. Indikator keberhasilannya pun sederhana namun mendalam: lahirnya kader yang tidak hanya muncul saat seremonial, tapi hadir dengan kontribusi nyata.
“Departemen Kaderisasi adalah mesin penggerak. Setelah hari ini, tidak ada alasan untuk berhenti berinovasi. Kaderisasi tidak boleh mati; ia harus terus tumbuh melampaui ekspektasi,” pungkasnya menutup perbincangan.
- Penulis: Siti Nurhaliza

Saat ini belum ada komentar