Breaking News
dark_mode
Trending

PCNU Kabupaten Probolinggo Tegas Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah

  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat.

Langkah ini diambil sebagai ikhtiar menjaga eksistensi Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ yang menjadi benteng pertahanan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah bagi generasi muda.

Luka Lama yang Terbuka Kembali

Polemik ini mencuat menyusul terbitnya surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo nomor 400.3/104/426.101/2026 tertanggal 2 Februari 2026.

Dalam surat tersebut, Disdikdaya melakukan pendataan terhadap lembaga pendidikan yang telah atau akan melaksanakan sistem lima hari sekolah.

Kebijakan ini memantik kembali ingatan warga Nahdliyin pada peristiwa setahun silam. Saat itu, uji coba serupa terpaksa dibatalkan oleh pemerintah daerah setelah mendapatkan gelombang protes masif dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh agama.

Ancam Pendidikan Karakter Berbasis Madin

Melalui rapat koordinasi yang digelar Kamis (5/2/2026) malam, jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo membedah dampak buruk jika kebijakan ini dipaksakan. Salah satu kekhawatiran utama adalah tergerusnya jam belajar di Madrasah Diniyah dan TPQ.

“Kebijakan ini berpotensi mematikan pendidikan keagamaan yang sudah mapan di tengah masyarakat,” tegas PCNU dalam keterangan tertulisnya.

Bila sistem lima hari sekolah diterapkan, siswa SD akan berada di sekolah hingga pukul 15.30 WIB. Hal ini dinilai akan merampas waktu pendidikan agama di sore hari yang selama ini diikuti oleh lebih dari 133.000 santri Madin dan TPQ di seantero Kabupaten Probolinggo.

Tinjauan Hukum dan Hak Anak

Selain aspek sosiokultural, PCNU juga menyoroti kelemahan landasan hukum kebijakan tersebut. Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 7 Tahun 2026 yang dijadikan rujukan sebenarnya mengatur tentang hari dan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan kurikulum siswa.

“Siswa bukan objek hukum dari Perbup tersebut,” tulis PCNU. Lebih lanjut, kebijakan ini dianggap mengabaikan hak anak untuk beristirahat dan bersosialisasi secara alamiah di lingkungan tempat tinggalnya, serta berisiko memberikan beban psikologis berlebih bagi para siswa.

Klarifikasi Dinas dan Upaya Mediasi

Merespons keresahan warga Nahdliyin, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono menyebut, pendataan tersebut hanyalah upaya pemetaan lapangan. Menurutnya, pihak dinas ingin mengkaji sekolah-sekolah yang secara faktual sudah menerapkan sistem tersebut.

“Hasil pendataan akan kami kaji dan duduk bersama dengan pihak-pihak terkait demi perbaikan ke depan,” ujar Hary.

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo menjadwalkan pertemuan besar pada Rabu pekan depan untuk menjembatani persoalan ini.

Forum mediasi tersebut direncanakan melibatkan PCNU Kabupaten Probolinggo, PCNU Kraksaan, Kemenag, Dewan Pendidikan, hingga perwakilan pengelola Madin guna mencari solusi terbaik bagi masa depan pendidikan di Probolinggo. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sij87qk6x9fsvvg

    Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial. Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak […]

  • IMG 20260703 WA0008

    Dilema 2 Masjid dan Najis Mualaf Jadi Bahasan LBM PCNU Probolinggo

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo kembali bersiap menggelar forum kajian hukum Islam (Bahtsul Masail) berkala. Kali ini, forum tertinggi dalam merespons persoalan umat di lingkungan NU tersebut akan diselenggarakan di kawasan lereng, tepatnya di TPQ Nurul Islam (Nuris), Desa Rambaan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Ahad (5/7/2026). Forum keilmuan […]

  • IMG 20260420 WA0008

    MWCNU Sumberasih Matangkan Persiapan Musra di Momen Halal Bihalal

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Aswandi
    • 0Komentar

    SUMBERASIH– Keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan Halal bi Halal sekaligus Sosialisasi Teknis Persiapan Musyawarah Ranting (Musra), Ahad (19/04/2026). Acara yang dipusatkan di Kantor MWCNU Sumberasih ini menjadi ajang penguatan struktural dari tingkat cabang hingga anak ranting. Kegiatan ini terasa istimewa dengan kehadiran jajaran pengurus Pimpinan Cabang […]

  • Densus

    Kemenag Probolinggo dan Pesantren Perkuat Edukasi Cegah Radikalisme

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar silaturahmi penguatan moderasi beragama dan pencegahan radikalisme di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Kecamatan Tegalsiwalan, Kamis (30/7/2026). Langkah ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pesantren sebagai benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda serta menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan lintas sektor ini dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) […]

  • WhatsApp Image 2026 03 03 at 12.45.12

    Perkuat Spiritualitas dan Soliditas, PAC IPNU-IPPNU Leces Gelar Pesantren Kilat

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    LECES – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menggelar Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Sulamul Hidayah pada 28 Februari–1 Maret 2026. Agenda ini dirancang sebagai wadah penguatan spiritualitas sekaligus ajang pemantapan soliditas kader di tengah tantangan arus digitalisasi bagi pelajar Nahdlatul Ulama. Pesantren Kilat diikuti pengurus PAC, […]

  • 73e17027 a2aa 4724 b8e9 d7d14dc5851c

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Matangkan Persiapan Pengukuhan serta Latihan Dasar Hukum dan Advokasi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo– Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo terus bergerak memperkuat basis organisasi, khususnya di bidang hukum dan politik. Bertempat di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, jajaran panitia menggelar rapat koordinasi intensif pada Senin (16/03/2026) sore. Rapat ini difokuskan pada pemantapan teknis dua agenda besar yang akan segera dilaksanakan, yakni Pengukuhan LKP3A Tingkat Kecamatan serta Latihan […]

expand_less