LDNU Kabupaten Probolinggo Pungkasi Safari Ramadhan di Lereng Lumbang
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LUMBANG – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Probolinggo sukses menutup rangkaian program Sapa Umat (SAUM) Spesial Ramadhan. Titik terakhir kegiatan ini dipusatkan di Masjid Nurul Huda, Desa Wonogoro, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Sebagaimana ciri khas program SAUM, kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah bersama warga setempat, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Taushiyah Ramadhan untuk memperdalam spiritualitas umat di bulan suci.
Syiar Lewat Wakaf Qur’an
Tidak hanya membawa pesan dakwah lisan, LDNU Kabupaten Probolinggo juga menyerahkan bantuan wakaf Al-Qur’an kepada takmir Masjid Nurul Huda. Langkah ini merupakan bagian dari upaya LDNU untuk memastikan ketersediaan sarana ibadah yang layak serta membumikan literasi Al-Qur’an hingga ke pelosok desa, termasuk di wilayah Kecamatan Lumbang yang secara geografis berada di kawasan lereng pegunungan.
Penguatan KODAMA di Akar Rumput
Kegiatan ini ditutup dengan sesi sharing dan upgrading bersama Korps Da’i Muda (KODAMA) NU Kecamatan Lumbang. Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi para dai muda di tingkat akar rumput untuk mempertajam metode dakwah yang ramah, inklusif, dan sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al-Ghozi menekankan, berakhirnya SAUM Spesial Ramadhan bukan berarti berhentinya langkah dakwah, melainkan menjadi momentum bagi KODAMA di tiap kecamatan untuk lebih mandiri dan progresif.
“KODAMA adalah ujung tombak dakwah kita di masyarakat. Melalui upgrading ini, kita ingin para dai muda di Lumbang memiliki bekal yang kuat dalam menjawab tantangan zaman dan merangkul semua lapisan umat,” tuturnya dalam sesi diskusi tersebut.
Dakwah yang Menyapa
Program SAUM sendiri merupakan inovasi unggulan LDNU Kabupaten Probolinggo yang didesain untuk menjemput bola, mendatangi masjid-masjid di daerah pinggiran guna memastikan kehadiran NU dirasakan langsung oleh warga. Dengan berakhirnya agenda di Desa Wonogoro, LDNU berharap jejaring dakwah yang telah terbentuk dapat terus terjaga dan semakin solid pasca-Ramadhan. (*)
- Penulis: Tim Media LDNU Kabupaten Probolinggo
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar