Breaking News
dark_mode
Trending

Pelantikan MWCNU Bantaran: Diam di NU Adalah Pengkhianatan!

  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANTARAN— Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Bantaran dan Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Bantaran Masa Khidmah 2026–2031 dilantik di Desa Tempuran, Selasa (8/9/2026) malam. Pelantikan ini dirangkai dengan peresmian kantor baru MWCNU Bantaran berlantai dua.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo dengan membaiat Rais Syuriyah Kiai Sa’il dan Ketua Tanfidziyah Kiai Sipurwandi beserta jajarannya.

Gedung dua lantai tersebut menjadi penanda manis perjuangan swadaya warga Nahdliyin Bantaran selama empat tahun terakhir. Ketua MWCNU Bantaran, Kiai Sipurwandi, menegaskan bahwa fasilitas kantor baru ini terbuka luas bagi seluruh Badan Otonom (Banom) seperti Ansor, ISHARI, serta warga NU untuk kegiatan keumatan.

Instruksi Ketua PCNU: Bergerak dan Berdampak

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, memberikan arahan tegas kepada kepengurusan yang baru dilantik. Ia meminta seluruh pengurus langsung menggerakkan roda organisasi tanpa menunda waktu.

“Setelah pelantikan ini, jangan tidur sampai konferensi mendatang! Sekarang waktunya bergerak, menggerakkan, dan berdampak. Diam di dalam NU berarti pengkhianatan, karena kata Nahdlah itu artinya bangkit,” tegas Kiai Teguh.

Kiai Teguh menggariskan tiga langkah strategis yang wajib segera dieksekusi:

  1. Musker dan Kemandirian Ranting: Menggelar Musyawarah Kerja untuk merumuskan program mandiri di tingkat ranting.
  2. Lailatul Ijtima’: Merutinkan majelis bulanan sebagai wadah silaturahmi sekaligus pembentengan akidah warga dari ideologi luar.
  3. Kaderisasi dan Koin NU: Memperkuat pelatihan kader penggerak serta penggalangan Koin NU sebagai fondasi menuju Badan Usaha Milik NU (BUMNU).

Menyikapi dinamika organisasi pasca-Muktamar ke-35 NU, Kiai Teguh mengajak seluruh kader untuk sami’na wa atho’na pada permufakatan Masyayikh dan menghentikan perdebatan di media sosial.

Mengutip pesan KH Mustofa Bisri (Gus Mus), ia menegaskan agar kader NU yang berada di jalur benar tidak mengalah dalam menjaga kesejukan jam’iyah.

Menjaga Marwah Organisasi dan Sinergi Publik

Dukungan terhadap keberadaan kantor baru ini juga mengalir dari Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Fraksi PKB, Muchlis. Mantan kader IPNU dan Ansor tersebut berkomitmen menanggung biaya pengkeramikan lantai dua gedung MWCNU Bantaran hingga rampung akhir tahun ini.

Dalam orasinya, Muchlis juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi jam’iyah dari politik praktis.

“Pertarungan politik jangan pernah melibatkan NU. Cukup saya yang mengurusi politik di luar agar jam’iyah ini tidak tergores. Tugas pengurus adalah menjaga marwah jam’iyah dan menjadikan urusan NU sebagai tabungan akhirat,” ujar Muchlis.

Sementara itu, Camat Bantaran, Jumadi, mengapresiasi ketulusan pengurus NU dan berkomitmen memberikan sumbangan pribadi untuk penyelesaian fisik gedung sebelum dirinya memasuki masa pensiun. Ia juga mengajak NU bersinergi mendukung pelayanan publik di wilayah Bantaran.

Adapun Kepala KUA Kecamatan Bantaran, H. Sutiyono, mengingatkan kembali tiga peran penting NU bagi bangsa, yakni menjaga keutuhan NKRI, mempertahankan kemerdekaan, serta membangun peradaban mulia melalui jalur pendidikan, ekonomi, dan dakwah. (*)

  • Penulis: M. Syamsuli Akbar
  • Editor: Muhamamd Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo 6264915911479333100 w

    Jejak Dr. Khoiriyah, M.Pd.I: Srikandi Probolinggo, Akademisi dan Santripreneur

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Malik, Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO, nuprobolinggo.or.id — Di era abad ke-21 yang bergerak serbacepat, narasi klasik tentang peran santri—khususnya santri perempuan—telah melampaui sekat-sekat tradisi lama. Perempuan tak lagi sekadar berkutat pada ranah domestik, melainkan mampu tampil di garis depan peradaban: memimpin lembaga pendidikan tinggi, menggerakkan organisasi keumatan di kancah regional hingga nasional, memperluas jaringan riset internasional, sekaligus membangun kemandirian […]

  • IMG 20260125 WA0035

    Bukan Seremoni, Ansor Bantaran Awali Masa Bakti dengan Rawat Musholla

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Alih-alih mengawali masa bakti dengan seremoni formal di dalam gedung, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Bantaran memilih “turun ke bawah” menyentuh akar rumput. Mengawali masa khidmah 2025–2028, para kader pemuda hijau ini melakukan aksi nyata membersihkan Musholla Kyai Sutris di Dusun Krajan, Desa Kropak, Ahad (25/1/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk reorientasi […]

  • WhatsApp Image 2026 05 17 at 11.03.40

    KUA Wonomerto Ajak NU Bersinergi Cegah Pernikahan Dini

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wonomerto, Wawan Ali Suhudi, mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama atau NU Kabupaten Probolinggo bersinergi menekan angka pernikahan dini dan mendongkrak kualitas pendidikan generasi muda. Hal itu ditegaskan Wawan saat menghadiri kegiatan rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (17/5/2026). Dalam […]

  • IMG 20260207 WA0003

    GP Ansor Tegalsiwalan Sebut Full Day School Ancam Budaya Ngaji, Minta Dibatalkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Gelombang penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS) di Kabupaten Probolinggo terus meluas hingga ke tingkat anak cabang. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tegalsiwalan secara tegas menyatakan keberatannya karena kebijakan tersebut dinilai bakal menggerus budaya “ngaji” di madrasah. Ancam Eksistensi Madin dan TPQ Ketua PAC GP […]

  • WhatsApp Image 2026 05 21 at 21.37.48

    Bangga! Sapi Kurban Asal Leces Probolinggo Dibeli Presiden Prabowo

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, seekor sapi milik peternak asal Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sapi jenis limosin bernama Ronggo Waseso itu memiliki bobot mencapai 1,2 ton dan dibeli dengan harga Rp100 juta. Sapi tersebut selama ini dipelihara di D2 Lembu Amanah […]

expand_less