Breaking News
dark_mode
Trending

GP Ansor Tegalsiwalan Sebut Full Day School Ancam Budaya Ngaji, Minta Dibatalkan

  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TEGALSIWALAN – Gelombang penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS) di Kabupaten Probolinggo terus meluas hingga ke tingkat anak cabang.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tegalsiwalan secara tegas menyatakan keberatannya karena kebijakan tersebut dinilai bakal menggerus budaya “ngaji” di madrasah.

Ancam Eksistensi Madin dan TPQ

Ketua PAC GP Ansor Tegalsiwalan, Sahabat Muzammil Aditiya mengungkapkan, penerapan lima hari sekolah akan berdampak langsung pada penurunan jumlah santri di lembaga pendidikan non-formal.

Hal ini menjadi ancaman serius bagi Madrasah Diniyah (Madin) yang berada di bawah naungan RMI (Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah) serta TPQ di bawah naungan Jamqur (Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh).

“Jika anak-anak berada di sekolah seharian, jumlah santri di Madin dan TPQ pasti akan berkurang. Ini berisiko menghilangkan budaya ngaji yang sudah menjadi jati diri masyarakat kita,” ujar Sahabat Muzammil di sela acara rutinan bulanan PAC GP Ansor Tegalsiwalan.

Atas dasar itulah, GP Ansor Tegalsiwalan memohon kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk tidak melanjutkan atau mencabut surat edaran terkait pendataan lima hari sekolah yang telah beredar di lingkungan SD se-Kabupaten Probolinggo.

Tetap Istiqamah dalam Kajian Kitab

Di tengah perjuangan mengawal aspirasi madrasah, PAC GP Ansor Tegalsiwalan tetap menjaga tradisi intelektual pesantren melalui kajian kitab kuning dalam agenda rutinan bulanan. Hadir sebagai narasumber, Gus Nabil, yang merupakan keluarga besar Pondok Pesantren Tarbiyatus Salafiyah, Sumbermuning, Tegalsiwalan.

Kehadiran sosok dzurriyah pesantren dalam kajian tersebut sekaligus mempertegas posisi Ansor dalam menjaga tradisi keilmuan salaf, yang mana kelestariannya sangat bergantung pada eksistensi Madrasah Diniyah di tingkat desa.

Sikap PAC GP Ansor Tegalsiwalan ini sejalan dengan poin keberatan yang sebelumnya telah dirumuskan oleh PCNU Kabupaten Probolinggo. PCNU menilai bahwa siswa bukan merupakan objek hukum dari Perbup Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur jam kerja ASN.

Dengan dukungan dari tingkat kecamatan, aspirasi untuk meninjau ulang kebijakan ini diprediksi akan menjadi bahasan utama dalam rapat koordinasi bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo pada Rabu mendatang. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1710077244 (1)

    Jati Diri dan Tiga Pilar Fasilitasi dalam Perda Pesantren Probolinggo

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pasca kesepakatan antara DPRD dan Pemkab Probolinggo mengenai Perda tentang Fasilitasi Pesantren pada Senin (6/7/2026), muncul pertanyaan mendasar di tengah umat: apa sebenarnya isi dari regulasi ini? Bagaimana aturan ini memandang jati diri pesantren, dan dalam bentuk apa saja komitmen nyata yang akan diberikan oleh pemerintah daerah? Melalui ulasan serial perdana ini, redaksi […]

  • IMG 20260821 WA0000

    Peduli Gempa NTT, LAZISNU Probolinggo Galang Dana di Pasar Leces

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Dewi Puspa
    • 0Komentar

    LECES– Gelombang empati untuk korban bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 terus mengalir dari berbagai daerah. Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, NU CARE-LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo bersama jajaran Banser, CBP IPNU, hingga Majelis Alumni IPNU Kecamatan Leces menggelar aksi penggalangan dana di kawasan Pasar Leces, […]

  • IMG 20260822 WA0045

    Sinergi Ulama-Umara, Rois Syuriah dan Wabup Probolinggo Jalan Sehat Bareng

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Wujud nyata sinergi ulama dan umara terpancar dalam peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Wonomerto. Rois Syuriah MWCNU Wonomerto, H. Malik Damanhuri, tampak padu berjalan berdampingan bersama Wakil Bupati Probolinggo, H. Fahmi Abdul Haq Zaini (Ra Fahmi), saat membuka dan mengikuti jalan sehat bersama ribuan warga di Lapangan Wonomerto, Sabtu (22/8/2026). Kebersamaan tokoh agama […]

  • IMG 20250626 WA0047

    Sekolah Jurnalistik Jadi Sarana Peningkatan Literasi Pelajar NU Probolinggo

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Upaya meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar NU terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan Sekolah Jurnalistik dengan tema “Peningkatan Literasi Pelajar melalui Sekolah Jurnalistik” yang diselenggarakan di SMK NU Bantaran, Rabu (26/6/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KKN berbasis OBE Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo dengan PC IPNU Kabupaten Probolinggo, yang diikuti […]

  • IMG 20260703 WA0008

    Dilema 2 Masjid dan Najis Mualaf Jadi Bahasan LBM PCNU Probolinggo

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo kembali bersiap menggelar forum kajian hukum Islam (Bahtsul Masail) berkala. Kali ini, forum tertinggi dalam merespons persoalan umat di lingkungan NU tersebut akan diselenggarakan di kawasan lereng, tepatnya di TPQ Nurul Islam (Nuris), Desa Rambaan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Ahad (5/7/2026). Forum keilmuan […]

  • 667fd755 8f65 4c61 b56c cdc837d91304

    Dalam Haul KH. Utsman Husein, KH. Tuhfatul Ghani Ingatkan Besarnya Jasa Guru

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Situbondo, KH. Tuhfatul Ghani Mufaddhal menyampaikan tausiah penuh hikmah dalam acara Haul ke-32 KH. Utsman Husein, Pendiri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kamis (21/5/2026). Dalam tausiahnya, menantu KHR. Mohammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo Situbondo itu mengingatkan jamaah tentang besarnya hak dan jasa guru dalam kehidupan manusia. […]

expand_less