Breaking News
dark_mode
Trending

Kasus Santri Dibanting dan Bayi Diikat di Daycare, Sofia: Ini Alarm Darurat Perlindungan Anak

  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Probolinggo, 28 April 2026 – Kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi perhatian publik nasional setelah insiden santri yang dibanting oleh guru ngaji di Kota Probolinggo serta viralnya praktik pengikatan balita di sebuah daycare di Yogyakarta. Dua peristiwa ini menunjukkan bahwa anak-anak masih rentan mengalami kekerasan, bahkan di ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang mereka.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dipandang sebagai kasus terpisah, melainkan sebagai indikator serius lemahnya sistem perlindungan anak di tingkat komunitas.

“Ini bukan lagi kasus yang berdiri sendiri, tapi sudah menjadi alarm darurat perlindungan anak. Anak-anak kita justru mengalami kekerasan di ruang yang seharusnya paling aman, baik di tempat belajar maupun tempat pengasuhan,” tegas Sofia.

Sejalan dengan meningkatnya kasus tersebut, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo telah mengambil langkah konkret dengan mengukuhkan kepengurusan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) pada Minggu, 26 April 2026. Pengukuhan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran Fatayat NU dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan advokasi bagi perempuan dan anak di tingkat daerah.

Momentum pengukuhan LKP3A ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan respons langsung terhadap dinamika sosial yang berkembang di tingkat lokal maupun nasional. Kasus di Probolinggo yang melibatkan santri usia anak-anak memperlihatkan adanya praktik kekerasan dalam relasi pendidikan non-formal, sementara kasus daycare di Yogyakarta mengungkap pola kekerasan sistematis terhadap balita yang tidak memiliki kemampuan untuk membela diri. Kedua kasus ini memperlihatkan kesamaan pola berupa relasi kuasa yang timpang, lemahnya pengawasan, serta masih adanya normalisasi kekerasan dengan dalih kedisiplinan.

“Melalui LKP3A Fatayat NU, kami hadir sebagai ruang aman bagi korban, sekaligus memperkuat pendampingan hukum, psikologis, dan edukasi masyarakat agar kekerasan tidak lagi dianggap sebagai bagian dari disiplin,” lanjut Sofia.

LKP3A Fatayat NU memiliki mandat strategis sebagai lembaga berbasis komunitas yang menjembatani kebutuhan korban dengan sistem hukum dan layanan sosial. Dalam konteks nasional, penguatan LKP3A di tingkat daerah menjadi bagian dari upaya memperluas akses keadilan bagi perempuan dan anak, khususnya di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan formal negara.

Sofia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci utama dalam membangun sistem perlindungan anak yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan atas nama pendidikan. Negara, masyarakat, dan lembaga keagamaan harus hadir bersama memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh tanpa kekerasan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret pasca pengukuhan, LKP3A Fatayat NU Kabupaten Probolinggo akan mendorong beberapa agenda strategis, antara lain penguatan edukasi perlindungan anak berbasis keluarga dan komunitas, penyediaan layanan pengaduan yang mudah diakses, serta pendampingan intensif bagi korban kekerasan agar mendapatkan keadilan secara utuh, baik secara hukum maupun pemulihan psikososial.

Lebih jauh, Sofia menegaskan bahwa fenomena kekerasan terhadap anak yang kini semakin terbuka ke publik harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan sistemik, bukan sekadar respons reaktif terhadap kasus yang viral.

“Kita tidak boleh menunggu kasus viral berikutnya untuk bertindak. Perlindungan anak harus menjadi gerakan bersama yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis pada nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Dengan penguatan peran LKP3A, Fatayat NU Kabupaten Probolinggo optimistis dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang lebih kuat, sekaligus menjadi bagian dari gerakan nasional dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

  • Penulis: Siti Nurhaliza

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FB IMG

    PCNU Kabupaten Probolinggo Tegas Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat. Langkah ini diambil sebagai ikhtiar menjaga eksistensi Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ yang menjadi benteng pertahanan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah bagi generasi muda. Luka Lama yang […]

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • IMG 20260906 WA0059 photo_camera 1

    Kiai Teguh Tegaskan Arah Baru NU Dringu, Program Kerja Harus Menyasar Gen Z

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan.

  • WhatsApp Image 2026 09 17 at 08.41.37

    Dari Masjid untuk Kemakmuran Bumi: Kita Khalifah, Bukan Perusak

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Hilman Mufidi
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Hilman Mufidi KHUTBAH I إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا […]

  • F829579a 6406 4989 8f5d a652eae26ac1

    ISNU Probolinggo Ikuti FGD Santri Next Bersama PW ISNU Jawa Timur

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    SURABAYA – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Probolinggo turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Santri Next: Dari Pesantren Menjadi Game Changer Transformasi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Hotel Mercure Surabaya. Mengusung tema besar “Gerbang Baru Nusantara: Dari Pesantren Menjadi Game Changer […]

  • IMG 20260906 WA0048 photo_camera 1

    Satukan Barisan Nahdliyyin, MWCNU dan 14 Ranting NU Dringu Resmi Dilantik

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dringu bersama 14 Ranting NU se-Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, resmi dilantik oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo. Prosesi pelantikan berlangsung di Pondok Pesantren Zahrotul Islam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pelantikan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat soliditas warga Nahdliyyin di wilayah […]

expand_less