Ziarah Maqbaroh Rasulullah SAW dan Raudhah, Jemaah Teteskan Air MataLiputan Khusus Haji Bersama NU Probolinggo
Ziarah Maqbaroh Rasulullah SAW dan Raudhah, Jemaah Teteskan Air Mata

nuprobolinggo.or.id -MADINAH- Hari pertama di Madinah, Jemaah Calon Haji Kabupaten Probolinggo melakukan ziarah dakhili di Masjid Nabawi. Yakni ziarah ke bagian dalam masjid yang dibangun Rasulullah Muhammad SAW pada 622 Masehi, atau 1.400 tahun lalu itu.

Responden nuprobolinggo.or.id, H. Karsono dari Madinah melaporkan, dalam ziarah dakhili, jemaah berkeling masjid kedua, yang dibangun Rasulullah tersebut.

Kemudian ke tempat-tempat bersejarah, seperti Masjid Ghamamah, Museum Al-quran di sekitar Masjid Nabawi, ke Masjid Sayid Abu Bakar.

"Kemudian kita ziarah ke Raudhah, makam Rasulullah. Itu yang paling penting," katanya, Sabtu (18/6/2022).

Di Raudhah, tempat berukuran 22×15 meter di antara Makam Rasul dan Mihrab, rasa haru jemaah bercampur dengan rasa senang.


"Tak terasa menetes air mata, ketika berziarah ke maqbaroh Rasulullah, di Raudhah," ujar pria yang juga Petugas Haji Daerah Kabupaten Probolinggo itu.

Dikutip dari nu.or.id, Maqbaroh Nabi Muhammad berada di bagian depan-selatan dari kompleks Masjid Nabawi. Setiap hari para jamaah berduyun-duyun berziarah melalui jalur pintu Assalam dan keluar melalui pintu Baqi. 

Peziarah hanya diperbolehkan melintas. Selain karena banyaknya peziarah yang ada, peraturan di Saudi juga tidak memperbolehkan doa menghadap makam.

Meskipun begitu, banyak peziarah yang mencoba berhenti di jalur ziarah dan berdoa, mengangkat tangan, mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad dan juga Abu Bakar Shidiq serta Umar bin Khattab yang dimakamkan di tempat itu juga.

Sementara Raudhah, adalah tempat yang sangat mulia yang dulu digunakan Rasulullah SAW untuk beribadah, memimpin shalat, menerima wahyu, dan juga menjadi tempat ibadah bagi para sahabat. 

Dengan hanya menampung kapasitas puluhan jamaah, tiap hari tempat ini diperebutkan oleh ribuan jamaah haji dan umrah. Sehingga pihak pengurus Masjid Nabawi pun menggunakan sistem buka tutup jalur untuk masuk ke Raudhah.

Para jamaah hanya diberi waktu 5 sampai sepuluh menit berada di Raudhah dan akan segera diminta keluar setelah itu. (*)