Turba, Sosialisasikan PPKM Mikro Hingga Filter Informasi
Turba, Sosialisasikan PPKM Mikro Hingga Filter Informasi
nuprobolinggo.or.id - MAJELIS Wakil Cabang NU Tongas, Kabupaten Probolinggo melakukan turba ke Desa Sumendi, Jumat (12/2/2021). Bersama camat, juga penyuluh agama pada Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Dalam kesempatan itu, Camat Tongas Abdul Ghafur menyampaikan pentingnya PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

"Tujuan dari PPKM Mikro ini adalah untuk menekan kasus positif dan melandaikan kurva sebagai prasyarat keberhasilan untuk penanganan Covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional," ujarnya.

Menurutnya, pengendalian Covid 19 melalui PPKM Mikro akan dilakukan dari level yang terkecil yaitu, RT, RW, desa, dan kelurahan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan membentuk posko atau pos jaga di tingkat desa dan kelurahan.

"(Posko) akan melakukan empat fungsi. Yaitu, pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung operasional penanganan Covid-19 di tingkat desa maupun di tingkat kelurahan," tutupnya.

Jamaah yang hadir menyambut baik inovasi yang dilakukan oleh MWCNU Tongas. Yang dalam kegiatannya selalu melibatkan camat dan penyuluh agama pada KUA Tongas, untuk ikut andil dalam berbagai giatnya.

"Kaule (saya) ingin sekali kembali meningkatkan ghiroh antara umara dan ulama untuk terus saling silaturrahmi dan bersinergi. Karena sebelumnya sempat Vakum" kata Ketua MWCNU Tongas, Arifin.

Arifin menyampaikan, di setiap kegiatan MWCNU akan selalu mengajak dan melibatkan unsur kecamatan dan KUA dengan penyuluh agamanya.

Ia menghimbau kepada seluruh pengurus, semua banom yang berada diwilayah kerja MWCNU Tongas, agar lebih memilah dan memilih informasi baik di medsos atau yang lainnya supaya tidak termakan berita hoaks.

"Maka dari itu karena salah satu penyuluh agama KUA Tongas menjadi wakil kaule (saya), di setiap turba bik kaule (oleh saya) dijadikan narasumber untuk menyampaikan motivasi keagamaan. Khususnya tentang ke-NU-an dan ke- ASWAJA-an," katanya.

"Terkahir harapan kaule kepada semua pengurus dan semua banom untuk mengkaji kembali informasi supaya tidak termakan berita hoaks (berita yang tidak jelas)" tutupnya.

Dalam orasi ilmiahnya di acara turba, Hefni mengutip penafsiran Ibnul Qoyyum Aljauzi pada Surat Ali Imran: 31 yang menitik beratkan kalimat "Tuhibbuna".

"Ada tiga penafsiran kalimat tersebut menurut Ibnul Qoyyum Aljauzi. Pertama, alladzina yuriduna minalmahbub. Kedua, alladzina yuridulmahbub. Ketiga, alladzina ma'a irodatihim marodal mahbub.

"Maka tumbuhkan rasa cinta pada NU. Jika sudah tumbuh cinta Insyaallah keberkahan para ulama NU mengalir pada diri kita," jelasnya. (Arifin).