TPQ di Daerah Terpencil Diminta Juga Ajari Syariat Islam
TPQ di Daerah Terpencil Diminta Juga Ajari Syariat Islam

nuprobolinggo.or.id -TAMAN Pendidikan Al-quran atau TPQ di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diminta juga memberi pelajaran syariat. Terutama berada daerah terpencil.

Pesan itu disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid di acara Silaturrahim Kepala TPQ se-Kabupaten Probolinggo, Ahad (24/7/2022).

Silaturrahim digelar oleh PC Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz NU, di kantor PCNU setempat. Dari 395 lembaga TPQ yang terdaftar, 312 kepala TPQ hadir di acara tersebut.

"Semua kepala TPQ, khususnya yang berada di daerah terpencil agar juga memberikan pelajaran syariat yang benar. Baik di bidang ilmu fiqih, tauhid, akhlaq, dan lain-lain," katanya.

Menurut Kiai Hamid, hal itu perlu karena banyak orang tua santri TPQ beranggapan bahwa masuk di TPQ berarti sdah memahami syariat. Sehingga sudah dianggap cukup, sekalipun tidak masuk di madrasah diniyah.



"Padahal di TPQ haya diberi pelajaran cara-cara membaca Alqur'an," sebut figur asal Tongas ini.

Di hadapan 312 kepala TPQ, Kiai Hamid juga berpesan agar tidak mempermasalahkan antar metode. Sebab tujuan pokok semua metode adalah anak didik dan masyarakat bisa membaca Alqur'an dan mengamalkannya.

"Kita semua yang hadir adalah sama-sama santri para muassis NU sekalipun tidak secara langsung. Karena sanad-sanad kiai kita nyambung pada para muassis," ujar Kiai Hamid.

"Maka kita harus betul-betul ikhlas dalam melaksanakan tugas sebaga kepala atau guru TPQ demi kelangsungan perjuangan para masyayikh," pungkasnya.

Usai acara, Ketua PC Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz NU Kabupaten Probolinggo, Ustadz Mukarroman mengatakan, silaturrahim dilakukan untuk meningkatkan rasa ukhuwah kepala TPQ bersama PC Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz NU. (*)