Tips Pasangan Muda dalam Berkhidmat di Nahdlatul Ulama
Tips Pasangan Muda dalam Berkhidmat di Nahdlatul Ulama
ADA banyak pasangan suami istri di Kabupaten Probolinggo yang sama-sama aktif di Nahdlatul Ulama (NU) maupun badan otonom (banom) maupun lembaga di bawahnya. Salah satunya, pasangan Masrur Ghazali dan Ismawati, asal Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih.

Pasutri muda yang dikaruniai seorang anak ini, sama-sama berkhidmat di NU. Masrur di GP Ansor Sumberasih, sedangkan Ismawati di Fatayat NU. Juga di Pengurus Anak Cabang (PAC) Sumberasih.

Sebelum di GP Ansor, Masrur merupakan ketua PC IPNU Kraksaan periode 2014-2015. Sementara Ismawati, merupakan ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo untuk periode yang sama.

Kisah kasih keduanya terjalin di antara lika-liku khidmat keduanya di organsiasi pelajar NU. Saat menikah dan dikaruniai anak, keduanya tetap di NU.

Di sela-sela upacara Hari Santri Nasional 2021 di Kecamatan Sumberasih, Jumat (22/10/2021) pagi, Duta Jurnalis nuprobolinggo.or.id, Abd. Jalal mewawancarai pasangan ini.

Berikut petikannya:

Apa motivasi anda dalam berkhidmat di NU?

Pertama saya secara pribadi ingin mengamalkan khoirunnas anfauhum linnas (paling baiknya manusia, yang paling bermanfaat bagi manusia lain, Red).

Di Nahdlatul Ulama melalui g
Gerakan Pemuda Ansor, saya yakin dan harus memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan kami.

Kedua melalui Gerakan Pemuda Ansor ingin memperbaiki diri saya sendiri dan keluarga kami. Di Nahdlatul Ulama yang sudah besar ini, kami hanya menumpang untuk menempa diri kami sendiri. Untuk selalu berbuat sesuai dengan ajaran agama Islam dan menjauhi apa yang sudah di larangnya.

Ketiga, kami ingin diakui sebagai santrinya KH Hasyim Asyari. Beliau berdawuh "Barang siapa yang mengurusi Nahdlatul Ulama, maka akan aku anggap sebagai santriku. Dan barang siapa yang menjadi santriku, aku doakan husnul khotimah beserta keluarganya." Dawuh beliau ini sangat memotivasi kami.

Bagaimana cara anda membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan dan berkhidmat?

Alhamdulillah keluarga saya sangat mendukung, terutama istri saya. Istri saya aktif di Fatayat NU, sehingga memahami ketika saya sering menghadiri kegiatan kegiatan di NU.

Secara organisasi saya dan istri berangkat dari kader IPNU dan IPPNU. Ketika kami melanjutkan aktif di GP Ansor dan Fatayat NU, kami sudah saling memahami dan mengerti dalam berkhidmat di NU.

Yang terpenting kami selalu intens dalam berkomunikasi dalam membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan dan berkhidmat.

Terakhir yaitu dahulukan kewajiban dari pada yang lainnya. Ini adalah kata kunci kami dalam berkhidmat. Seaktif apapun kita berkhidmat di Nahdlatul Ulama jangan sampai mengabaikan keluarga dan pekerjaan kita. (Jalaluddin Rummy)