Tiba di Madinah, Tempati Hotel 150 Meter dari Masjid NabawiLiputan Khusus Haji Bersama NU Probolinggo
Tiba di Madinah, Tempati Hotel 150 Meter dari Masjid Nabawi

nuprobolinggo.or.id -MADINAH- Jemaah Calon Haji atau JCH Kabupaten Probolinggo, Jatim, telah tiba di Madinah. Di kota dengan luas 587,9 kilometer persegi ini, jemaah tinggal di Hotel ZamZam Pullman Madinah.

Sebuah hotel bintang 5 yang berjarak 150 meter dari Bab Al-Salam di Masjid Nabawi yang dibangun Rasulullah Muhammad SAW. Dari hotel dengan 835 kamar dan suites ini, jemaah hanya perlu beberapa menit sampai di Masjid Nabawi dengan berjalan kaki.

Jemaah akan menetap di madinah paling tidak selama delapan hari. Di kota suci ini, mereka menjalani Shalat Arba'in.

"Shalat Arbain kita start pagi ini, subuh," kata Responden nu.probolinggo.or.id yang menjadi Petugas Haji Daerah (PHD) Kabupaten Probolinggo, H. Karsono.



Shalat Arba'in adalah shalat empat puluh kali secara berturut-turut di Masjid Nabawi.

Adapun landasan Shalat Arba'in adalah berdasarkan sabda Nabi:

مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِينَ صَلاةً، لاَ يَفُوتُهُ صَلاةٌ، كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَنَجَاةٌ مِنَ الْعَذَابِ، وَبَرِئَ مِنَ النِّفَاقِ

“Barang siapa shalat di masjidku empat puluh shalat tanpa terlewat sekalipun (40 shalat secara terus menerus dan berkelanjutan), dicatat baginya terbebas dari neraka, terbebas (selamat) dari siksa dan terbebas dari sifat munafik.”

Diriwayatkan dari Anas bin Malik,
Imam Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath dan Imam Ahmad dalam Kitab Musnad, meriwayatkan hadits ini dari Abdurrahman bin Abi ar-Rijal dari Nubaith bin Umar dari Anas bin Malik RA, secara marfu'.

Terdapat juga dlm hadis yang lain, yang disepakati keshohihanya.  Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ.

“Barang siapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjamaah tanpa tertinggal takbir yang pertama, dicatat baginya dua kebebasan; kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan."

Dari program Shalat Arba'in, tentunya jamaah juga dilatih untuk membiasakan diri agar seusai berada di kampung halaman bisa shalat dimasjid secara berjamaah. (*)