RMI NU Probolinggo: Guru Ponpes dan Madin Harus Ikut Pengkaderan NU
RMI NU Probolinggo: Guru Ponpes dan Madin Harus Ikut Pengkaderan NU

nuprobolinggo.or.id -Pengurus Cabang RMI-NU Kabupaten Probolinggo, Jatim, mengharuskan guru di pondok pesantren dan madin untuk mengikuti Pendidikan Kader Nahdlatul Ulama (PKPNU).


Keputusan itu diambil dalam Pengukuhan Pengurus dan Musyawarah Kerja PC RMI-NU Kabupaten Probolinggo di Ponpes Hidayatus Salafiyah, Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Rabu (17/6/2021).

Rais PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Muharror Aziz turut hadir bersama Ketua PCNU, Kiai Abd. Hamid dalam acara tersebut.

Ketua PC RMI NU Kabupaten Probolinggo, Taufiqus Sholeh mengatakan, musyawarah memutuskan empat hal. Salah satunya, mengharuskan guru di pondok pesantren dan madin untuk ikut pengkaderan NU.

Selain itu, PC RMI akan mengadakan kajian aswaja. Mengadakan lomba, dan perbaikan database pondok pesantren di wilayah kerja RMI.

"Musker menghasilkan keputusan empat macam itu," tulisnya melalui pesan WhatsAp usai acara.

Merujuk pada dokumen Musker I PCNU Kabupaten Probolinggo, RMI mengadakan lomba baca kitab bagi santri madin dan ponpes.

Kemudian mengkoordinir pengurusan perizinan ponpes; melaksanakan pertemuan rutin pengurus pesantren, pengasuh pesantren dan kepala madin dengan sistem zonasi.

Berikutnya, yakni menyusun kurikulum dan buku aswaja madrasah diniyah tingkat ula, wustha, dan ulya. Poin yang disebut terakhir, dilaksanakan bersama Aswaja NU Center.

Secara terpisah, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abd. Hamid mengapresiasi kepada ketua-ketu lembaga termasuk RMI, yang sering bertemu dengan jajaran kepengurusannya.

"Karena dengan sering silaturrahim dan ketemu, maka kekurangan tugas kita akan ketemu. Dan dapat memperbaiki atas kekurangan tersebut sekalipun tdak sempurna," katanya.

Kiai Abd. Hamid memberi perhatian khusus pada kajian aswaja yang akan dijalankan oleh PC RMI.

"Kami PCNU akan selalu mendorong dan mendampingi atas terlaksananya program tersebut. Sehingga anak didik kita besok, akan menjadi penerus perjuangan yang betul-betul handal pemahaman ke-NU-anya. (*)