Pergunu Didorong Terbitkan Buku Aswaja, Panduan Guru dan Santri Tangkal Radikalisme
Pergunu Didorong Terbitkan Buku Aswaja, Panduan Guru dan Santri Tangkal Radikalisme

nuprobolinggo.or.id -Pimpinan Cabang Pergunu Kabupaten Probolinggo menggelar turba ke PAC Pergunu Dringu, Ahad (28/11/2021). Dalam turba yang ditempatkan di Desa Tamansari itu, ada dua hal yang disepakati.


Pertama, kader di bawah PC Pergunu agar berkordinasi dengan lembaga-lembaga terkait untuk menerbitkan buku Aswaja sebagai panduan para guru dan santri di Kabupaten Probolinggo.

Kedua, Pergunu diharap segera berkordinasi dengan instansi pemerintahan. Yaitu Kemenag dan Dinas Pendidikan kabupaten setempat.

Kesepakatan itu sejalan dengan pesan Katib PWNU Jatim, KH. Syafruddin Syarif; dan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid saat pelantikan PC Pergunu, awal November lalu.

Rois MWCNU Dringu, KH. Khomisun Basofi yang hadir dalam turba, meminta Pergunu lebih menekankan pembinaan guru Aswaja.

Dengan langkah tersebut, Pergunu ikut membantu dan terlibat dalam penanganan paham-paham di luar NU yang sudah sering masuk.

"Seperti yang baru-baru ini terjadi di Dringu," sebutnya.

Kiai Khomisun menambahkan, Propaganda kelompok di luar NU yang sering mendengungkan seruan Kembali ke Al-qur'an dan Hadits, cukup dijawab bahwa NU tidak perlu kembali ke Al-qur'an dan Hadits karena memang NU sejatinya tidak pernah keluar/kabur dari Al-qur'an dan Hadits.

"Silaturrahim dan Ngaji Rutin Pergunu diharapkan sesering mungkin dan mampu mensupport kader-kader Pergunu di bawah," harapnya.

Di forum yang sama, Ketua PC Pergunu Kabupaten Probolinggo, Ustadz Muhammad Nawawi mengharap PAC Pergunu memanfaatkan dan mengkoordinir para kader penggerak NU di daerah untuk menjadi pengurus NU, Lembaga dan Banom NU termasuk Pergunu.

Dalam tahun ini, PAC diharapkan sudah bisa membentuk kepengurusan sampai tingkat Ranting atau desa. Kecamatan Dringu, terdiri dari 14 desa.

"Satu sampai dua ranting (dalam tahun ini, Red) sudah sangat bagus," kata Nawawi.

Berkaitan dengan pembinaan guru Aswaja, PAC Pergunu dan Mahasiswa S2 rekomendasi PC Pergunu diharapkan bisa membantu dan mendorong guru NU untuk ikut pembinaan guru Aswaja.

"Sehingga harapannya nanti para guru NU mampu mendidik dan mengenalkan NU sejak dini di lembaga-lembaga pendidikan," ujarnya.

Diketahui, sejak terbentuk tiga bulan lalu, PC Pergunu telah dua kali melakukan turba yang dikemas dengan Silaturrahim dan Ngaji Rutin.

Turba dilakukan untuk pembinaan dan motivasi para pengurus di daerah untuk menggerakkan organisasi. Mengingat Pergunu di Kab Probolinggo masih baru ada.

Kegiatan turba diawali dengan istighasah, dan ngaji Kitab Adabu al-'Alim wa Al Muta'allim karya Hadrotussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Tak hanya pengurus Pergunu, turba juga melibatkan pengurus MWC dan Banom NU di tingkat majelis wakil cabang. (*)