Pengkaderan Dimoratorium, PCNU Probolinggo Fokus Tata Kader
Pengkaderan Dimoratorium, PCNU Probolinggo Fokus Tata Kader

nuprobolinggo.or.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU menghentikan sementara (moratorium) pengkaderan. Merespon hal itu, PCNU Kabupaten Probolinggo akan fokus untuk menata kader, selama moratorium berlangsung.

Penataan kader dilakukan dengan aneka cara, disesuaikan dengan kebutuhan majelis wakil cabang atau MWCNU di tingkat kecamatan. Mulai dari upgrading kapasitas kader, hingga temu kader.

Berdasarkan data koordinator bidang pengkaderan PCNU Kabupaten Probolinggo, sedikitnya terdapat 800 kader penggerak yang tersebar di 11 kecamatan.

Mereka adalah kader yang telah mengikuti Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama atau PKPNU. Mulai dari angkatan 1 hingga angkatan 13.

"Selama moratorium, kita fokus untuk merapatkan barisan kader. Fokus menata kader," kata Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Pleno plus, Rabu (30/3/2021) di Aula Kantor PCNU setempat.

Rapat dihadiri pengurus harian PCNU dari unsur syuriah dan tanfidziah, banom dan lembaga, serta MWC. 

Katib PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Mukhlis Karim meminta MWCNU mengoptimalkan peran koordinator kader di wilayah masing-masing. 

"Yang belum membentuk koordinator kader, agar segera membentuk," ujar Kiai Mukhlis.

Perihal kebijakan moratorium pengkaderan, PCNU Kabupaten Probolinggo telah menggelar rapat khusus.

"PCNU Kabupaten Probolinggo sami'na wa atha'na (mendengar dan menaati) dengan alasan (kebijakan moratorium, Red) bukan penghilangan. Tapi meninjau dan mengatur ulang," kata Kiai Teguh menyampaikan hasil rapat PCNU.

Di luar itu, PCNU meminta badan otonom atau Banom untuk menyelenggarakan pengkaderan sesuai dengan aturan internal Banom. (*)