Nahar al-Ijtima, Sinergikan Ulama dan Umara di Bantaran
Nahar al-Ijtima, Sinergikan Ulama dan Umara di Bantaran
nuprobolinggo.or.id - MAJELIS Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bantaran, Kabupaten Probolinggo mengadakan pertemuan rutin yang disebut Nahar al-Ijtima', Ahad (21/2/2021).

Digelar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Tempuran, kegiatan rutin tersebut tidak hanya melibatkan jajaran MWCNU. Tapi juga semua pengurus ranting NU se-wilayah Bantaran. Juga camat setempat.

“Jangan pernah bosan dengan apa yang telah diprogramkan MWCNU. Untuk selanjutnya kita akan menunggu pelantikan, kemudian membahas agenda dam musker", kata Ketua MWCNU Bantaran, Purwandi.

Selain itu, ia meminta Lembaga Takmir Masjid (LTMNU) dan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama wilayah Bantaran untuk membentengi masyarakat dari paham dan aliran yang menyimpang.

Maka tentu saja kekompakan pengurus dalam melaksanakan program kerja kedepan sangat diperlukan.

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid mengajak semua pengurus NU terus bersyukur kepada Allah SWT karena kepengurusan NU di semua tingkatan berjalan baik.

Menurutnya, Nahar al-Ijtima' sangat penting. "Selain kita mengaji, membangun literasi ilmiah namun tak kalah pentingnya perkumpulan ini kita bisa berkumpul, bergurau akan lebih membangun sinergi dan keakraban," katanya.

PCNU kabupaten Probolinggo baru saja melaksanakan musker dan selanjutnya fokus pada pelantikan MWCNU.

"Kita harus melangkah bersama menghilangkan kesan bahwa program kerja kita tidak jalan. Program kerja yang kita buat akan operasional dengan memaksimalkan waktu sebagai upaya melatih diri," tambanya.

Ia menyatakan, NU adalah milik kita bersama. Karenanya Kiai Hamid menyeru agar dijaga dengan baik agar bisa bersaing sehat. Demi lahirnya generasi islami yang beriman taqwa.

Menjadi kader NU yang hebat dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat caranya hadir di tengah-tengah mereka dengan pandangan kasih sayang.

Senada dengan hal tersebut, Camat Bantaran, Saniwar mengapresiasi penguatan sinergitas Ulama - Umaro dan minta agar tetap dilestarikan.

Optimalisasi tugas dan layanan akan berhasil manakala keduanya saling melengkapi dalam menghadapi masyarakat heterogen ini.

Saya sangat senang bisa hadir dalam giat pagi ini, mengingat saya akan budaya sesepuh kita bahwa lahirnya sikap gotong royong, kebersamaan dan tepo seliro justru dalam saling memahami antar yang satu dengan lainnya.

Pada saat yang sama juga dilaksanakan pembacaan kitab Sullamu At-Taufiq Ila Mahabbatillah ‘Ala At-Tahqiq (Tangga pertolongan Allah menuju cinta-Nya dengan Tahliq) karya Abdullah bin Husain bin Thohir Ba’alawi At-Tarimi Al-Hadhromi yang terkenal dengan sebutan Sayyid Abdullah Ba’alawi. (Ansori).