Musyker I PCNU Kabupaten ProbolinggoAmaliyah Nahdliyah, Penguatan Ekonomi dan Pendidikan Jadi Fokus NU Probolinggo
Musyker I PCNU Kabupaten Probolinggo

Keterangan Gambar : Suasana Musyawarah Kerja I PCNU Kabupaten Probolinggo

nuprobolinggo.or.id - LECES - Musyawarah kerja (Musyker) I PCNU Kabupaten Probolinggo digelar di Kantor PCNU setempat, Jl. Raya Lumajang, Leces, Ahad (14/02/2021).

Sejumlah program unggulan selama setahun masa kerja mendatang dibahas dalam musyawarah yang diikuti oleh seluruh utusan MWCNU, Banom, Lembaga dan Lajnah PCNU Kabupaten Probolinggo.

Penguatan amalaiyah Ahlus Sunnah wal Jamaah An-Nahdilyah kembali ditekankan sebagai identitas jamaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama mulai tingkat pusat hingga ke tingkat ranting.

hal itu disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Abd. Hamid yang telah dilakukan dengan turba PCNU ke MWC NU dan ranting NU.

"Dengan turba PCNU kami bisa melihat langsung kondisi warga Nahdliyin dan masyarakat, untuk menemukan solusi terhadap kebutuhan dan problematika sosial-keagamaan kaitannya dengan penguatan Amaliyah Ke-NU-an," ungkapnya, sebelum menutup Musyker I PCNU Kabupaten Probolinggo, Ahad (14/02/2021).

Hamid menambahkan, sektor ekonomi dalam upaya kebangkitan ekonomi keumatan juga menjadi pembahasan serius Komisi A pada Musyker I PCNU Kabupaten Probolinggo itu.

Pendataan warga Nahdliyin yang bergerak di sektor ekonomi mikro baik UKM maupun UMKM, segera dilakukan PCNU Kabupaten Probolinggo untuk difasilitasi baik dalam hal perizinan, pengadaan pinjaman modal bunga lunak dan promosi produk yang bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, melalui Dinas Perizinan, Dinas Perdagangan dan Dinas Tenaga Kerja.

"Kita dorong dan fasilitasi warga NU untuk bergerak di bidang pertanian, perikanan dan kelautan. Tujuannya agar tercipta kemandirian ekonomi dan menghilangkan ketergantungan kepada orang lain," imbuhnya.

Fokus program unggulan berikutnya yang juga menjadi pembahasan cukup alot adalah bidang pendidikan di bawah naungan LP Maarif.

Lembaga pendidikan NU tersebut didorong menjadi pilihan lembaga pendidikan favorit bagi kalangan Nahdliyin secara khusus dan masyarakat secara umum.

LP Maarif NU menurut Hamid, digagas dapat bersaing ketat dengan pendidikan swasta lain dan pendidikan negeri, untuk  memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat yang bernuansa religius-nasionalis, sehingga lulusan pendidikan LP Maarif NU dapat diunggulkan baik dari segi pengetahuan umum dan agama.

"Jangan asal memilih pendidikan gratis. Tapi warga NU juga perlu melihat lembaga pendidikan itu bagaimana dan siapa para pengajarnya. Jangan sampai warga NU sekolah di pendidikan di luar NU," harapnya.

Penguasaan informasi publik melalui lembaga Taklif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PCNU Kabupaten Probolinggo, juga ditekankan dapat mengisi ruang-ruang publik melalui informasi yang melandaskan pemberitaan dan kajian keilmuannya secara moderat dan santun, dengan literasi yang kuat sebagai karya ilmiah dan jurnalistik era digital yang dapat dipertanggungjawabkan.