Musker PCNU Probolinggo, Usung Kemandirian NU
Musker PCNU Probolinggo, Usung Kemandirian NU
nuprobolinggo.or.id - PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, menggelar Musker I (Musyawarah Kerja), Minggu (14/2/2021). Tema Musker yang diusung adalah Menyongsong Satu Abad, Meneladani Mu'assis Menuju Kemandirian NU.

Kegiatan yang didukung oleh Tim Hadroh PC Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor ini, dihadiri Musytasyar PCNU KH. Hasan Aminuddin, yang sekaligus Pimpinan Komisi IV DPR RI.

Satu hari sebelumnya diawali dengan Khotmil Qur'an oleh PC Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz (JQH) Kabupaten Probolinggo.

Ketua PCNU Kiai Abdul Hamid menyampaikan terima kasih kepada semua undangan. Terutama kepada Mustasyar dan jajaran syuriah yang telah berkenan hadir di tengah tengah peserta musker.

Kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut pelantikan PCNU pada (24/01/2021) lalu. "Sebelumnya kita lakukan pra musker dengan dilengkapi tim perumus terdiri dari jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah yang harapannya bisa menghasilkan satu program kerja yang maslahah untuk NU ke depan" kata Kiai Hamid.

Terpenting bagi kita, agar masyarakat Kabupaten Probolinggo menjadi masyarakat yang beriman dan bertaqwa. Selain itu ketua PCNU mengharapkan pembentukan moralitas masyarakat Probolinggo akan lebih baik.

Saat memberikan orasi ilmiah KH. Hasan Aminuddin mengajak pengurus NU menyamakan persepsi dengan satu sikap dan satu tindakan.

Selanjutnya berpesan. Pertama, marilah kita berkhidmat di NU dengan niat ibadah kepada Allah SWT, berharap syafaat Rasulullah SAW dan barokah muassis Nahdlatul Ulama.

Kedua, mari kita membangun ukhuwah nahdliyah di lingkungan PCNU kabupaten Probolinggo dan saya yakin yang hadir mayoritas pernah hadir di kegiatan PKPNU

Selain itu hendaknya kita juga tahu posisi dengan terus belajar serta saling menghormati orang lain. Jangan pernah memandang status sosial untuk kemudian memetik hikmah dari setiap orang yang kita yakini memiliki kelebihan.

Auto kritik dalam sebuah organisasi sangat dibutuhkan demi menopang dan melengkapi serta melahirkan satu program NU yang kompeten.

NU seyogyanya mampu mensingkronkan program dengan lembaga dan banom, ajak masyarakat dan warga NU cinta kembali serta terus merawat paham Islam ahlussunah wal jama'ah (Aswaja).

Buat kegiatan sederhana namun bisa Istiqomah. Beliau mencontohkan kegiatan istighosah sebagai kegiatan wajib untuk dilestarikan bagi warga nahdliyin.
KH. Hasyim Muzadi di zamnnya mampu menggelorakan Istighosah di berbagai kalangan; tidak sekedar warga NU tetapi hingga perkantoran.

Kita berharap lahirnya Politeknik Perrtanian di Kabupaten Probolinggo, sehingga generasi NU kedepan lebih siap menyongsong masa depan yang gemilang.

Sidang-sidang Komisi terbagi dalam tiga bidang; Komisi A Bidang kegiatan umum dan ekonomi, Komisi B bidang kegiatan keagamaan dan pendidikan, Komisi C bidang kegiatan sosial, kesejahteraan keluarga dan kesehatan.

Dilanjutkan penyampaian hasil sidang komisi dan penetapan rencana kegiatan tahunan PCNU serta sosialisasi korbid dalam sidang pleno. Rekomendasi-rekomendasi akan menjadi angin segar bagi warga nahdliyin dengan harapan dapat diakomodir pemerintah dan pihak terkait. (Ansori)