Mengenal Hadits Berdasarkan Klasifikasinya
Mengenal Hadits Berdasarkan Klasifikasinya

Keterangan Gambar : Ilustrasi Gambar

nuprobolinggo.or.id -
Berdasarkan sumber beritanya, hadis terbagi menjadi 3 bagian, yakni Hadis Marfu’, Hadis Mauquf, dan Hadis Maqthu’. Pertama, dari segi etimologi, hadis marfu’ berasal dari Bahasa Arab rafa’a yang diambil dari isim maf’ul (marfu’) artinya yang diangkat atau yang dinaikkan. Kata rafa’a sendiri merupakan lawan kata dari lafaz wadla’a yang berarti merendahkan, meletakkan, dan menjatuhkan. Dinamakan marfu’ Karena disandarkan kepada Sang Pemilik Kedudukan yang Tinggi, yakni Nabi Muhammad saw. Sedangkan secara terminologi, Hadis Marfu’ adalah hadis yang disandarkan kepada Nabi saw berupa perkataan, perbuatan, ketetapan atau sifat. Sejalan dengan pengertian di atas, KH. Romzi Al-Amiri Mannan dalam kitabnya Miftahul Bashar menjelaskan bahwa hadis marfu’ adalah perkataan, perbuatan, ketetapan atau ikrar yang disandarkan kepada Rasulullah saw secara hakikat atau hukum, baik sanadnya bersambung atau tidak, dan baik yang menyandarkan adalah sahabat atau selainnya.
Kedua, Mauquf dalam pengertian bahasa adalah barang yang dihentikan atau barang yang diwaqafkan. Kata mauquf berasal dari Bahasa Arab waqafa-yaqifu (berhenti atau stop) yang diambil dari bentuk maf’ulnya (mauquf). Sedangkan secara istilah, Hadis Mauquf adalah hadis yang disandarkan kepada sahabat Rasulullah saw, baik dari perkataan, perbuatan maupun ketetapan. Menurut Drs. Fathur Rahman dalam bukunya Ikhtisar Mushthalahul Hadis, Hadis Mauquf adalah:
هو ما قصر على الصحابي قولا أو فعلا متصلا كان أو منقطعا
“Berita yang hanya disandarkan sampai kepada sahabat saja, baik yang disandarkan itu perkataan atau perbuatan dan baik sanadnya bersambung maupun terputus.”
Ketiga, Hadis maqthu’. Dalam pengertiannya, secara bahasa hadis maqthu’ berarti terputus. Maqthu’ berasal dari Bahasa Arab qatha’a-yaqtha’u yang artinya memutus. Sedangkan dalam makna istilah, hadis maqthu’ adalah hadis yang disandarkan kepada tabi’in atau selainnya baik berupa perkataan atau perbuatan. Menurut Drs. Fathur Rahman, hadis maqthu’ adalah perkataan atau perbuatan yang berasal dari tabi’in serta dimauqufkan padanya, baik sanadnya bersambung maupun tidak. Sejalan dengan beberapa definisi di atas, KH. Romzi Al-Amiri Mannan memaparkan bahwa pengertian hadis maqthu’ adalah hadis yang disandarkan kepada tabi’in atau selainnya, baik berupa perkataan, perbuatan maupun ketetapan, baik sanadnya bersambung atau tidak. Dan disyaratkan pula hadis tersebut tidak memiliki qarinah yang menyebabkan hadis tersebut menjadi marfu’ atau mauquf. Jadi, dapat kita tarik benang merahnya bahwa definisi hadis maqthu’ adalah hadis yang sumber beritanya berasal dari tabi’in atau selain tabi’in, baik hadis tersebut bersambung sanadnya atau tidak dengan syarat tidak ada keterangan yang menyebabkan kemarfu’an atau kemauqufan hadis tersebut.*
*Nada Fitria
Santriwati dan Mahasiswi Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UNUJA