Melindungi Keluarga dari Ancaman Terorisme
Melindungi Keluarga dari Ancaman Terorisme

nuprobolinggo.or.id - Aksi teror berbasis agama, yang salah satunya terjadi di bulan Mei tahun 2018, menjadi perhatian publik luas, termasuk kalangan internasional. Tindakan kriminal ini melibatkan sejumlah anggota keluarga: ayah, Ibu, dan anak-anak.

Fakta tersebut menunjukkan, antisipasi terhadap paham-paham radikal yang cenderung berujung pada aksi teror tidak hanya tanggung jawab satu komponen di masyarakat.

Namun, harus jadi perhatian pemerintah serta segenap eksponen masyarakat. Tak terkecuali, unit terkecil dalam masyarakat: keluarga.

Keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dan pemahaman anak di segala bidang, termasuk soal agama.

Keluarga memiliki peran besar pula dalam membentengi anak dari ideologi hitam yang merugikan orang lain.

Faktanya, anak-anak yang terseret kasus terorisme tidak hanya karena diajak orang tua atau saudara. Ada juga yang terjebak bujukan pihak-pihak eksternal, termasuk media sosial berbasis internet.

Pengaruh keluarga terhadap perkembangan dan pemahaman anak ini, dibahas dalam Webinar dan Book Review "Melindungi Keluarga dari Anacaman Terorisme," Sabtu (2/10/2021) siang.

Webinar diselenggarakan LTN NU Kabupaten Probolinggo bersama Media Karya, nuprobolinggo.or.id, kitabaca.id, dan nunmedia.id.

Webinar menghadirkan penulis buku Arini Indah Nihayaty, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Kiai Tehuh Mahameru Zainul Hasan, dan Pengasuh Ponpes Ulul Albab KH Muhammad Ramly Syahir.

Berlangsung selama dua jam, diskusi dipandu oleh dua dosen IAI Syarifuddin Lumajang, Rio F. Rahman dan Ihya' Ulumuddin.

Jalannya diskusi disiarkan langsung di akun Facebook NU Probolinggo.

Rangkuman webinar dan book review selama dua jam tersebut, secara lebih detil disajikan dalam rubrik kajian pada portal nuprobolinggo.or.id. Selamat menikmati dan semoga bermanfaat. (*)

Buku yg dibedah

Klik Disini