Konsolidasi Menuju 1 Abad NU, PCNU Probolinggo Lakukan Turba
Konsolidasi Menuju 1 Abad NU, PCNU Probolinggo Lakukan Turba
PCNU Kabupaten Probolinggo menjalani serangkaian turba ke 11 Majelis Wakil Cabang (MWC) Dimulai sejak 29 Agustus 2021, turba dalam rangka Silaturrahim dan Konsolidasi Jam'iyyah Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama tersebut, akan berlangsung hingga 19 Desember 2021.

Rangkaian turba dimulai ke MWCNU Leces dan Sumberasih, 29 Agustus. Kemudian Ahad (12/9/2021) pagi, turba ketiga dilakukan ke MWCNU Bantaran.

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid mengatakan, turba dilakukan untuk menyapa pengurus MWC, ranting, hingga kelompok anak ranting NU.

PCNU juga menyampaikan program di bidang keislaman aswaja dan dakwah, pengkaderan, ekonomi dan kemandirian organisasi, serta pendikan menjelang 1 abad NU.

Wakil Ketua PCNU Teguh Mahameru Zainul Hasan menyebut, terdapat empat isu strategis dan program prioritas dalam setahun ini.

Pertama, gerakan organisasi, pengkaderan, dan pendataan anggota. Gerakan ini meliputi penataan dan pemantapan struktur organisasi di semua tingkatan. Pendirian dan pengesahan kelompok anak ranting NU se-wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo.

Percepatan pengkaderan PKPNU bagi seluruh personalia pengurus NU di semua tingkatan, MKNU bagi pengurus yang telah PKPNU, serta penataan penyelenggaraan pengkaderan struktural pada banom.

Yang tak kalah penting dalam gerakan ini, yaitu pengelolaan data base kader. Serta optimalisasi peran kader penggerak dalam pelaksanaan program organisasi.

Kedua, gerakan literasi dan dakwah. Meliputi pengembangan website www.nuprobolinggo.or.id. Kemudian penguatan bahtsul masail, kajian aswaja kitab kuning di semua tingkatan. Serta pembinaan masjid dan majelis taklim.

Ketiga, gerakan pendidikan berkualitas. Meliputi branding lembaga pendidikan milik NU sebagai pilot project pembinaan lembaga pendidikan NU modern.

Termasuk dalam gerakan ini, yaitu diseminasi lembaga pendidikan berkarakter aswaja. Konektivitas lembaga pendidikan dengan sistem pengkaderan NU. Dan standarisasi pendidikan aswaja pada lembaga pendidikan non formal.

Keempat, gerakan ekonomi kemandirian. Meliputi pembinaan dan pengembangan koperasi NU, serta pembinaan dan pengembangan filantropi NU Care-Lazisnu. (*)