Konsolidasi Jamiyah, Kukuhkan Pengurus Ranting di Wonomerto
Konsolidasi Jamiyah, Kukuhkan Pengurus Ranting di Wonomerto
PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo turba dan silaturrahim ke MWCNU Wonomerto, Ahad (10/10/2021).

Turba dalam rangka konsolidasi jam'iyyah menuju 1 abad NU tersebut, dikemas dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2021.

Dalam acara yang berlangsung di Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan, Desa Tunggak Cerme itu, PCNU juga mengukuhkan pengurus ranting se-Kecamatan Wonomerto.

Acara dihadiri Wakil Katib KH. Mas Ismail, Ketua PCNU Kiai Abdul Hamid, Bendahara KH. Muhammad Hasan Sidik, Wakil Ketu Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, Wakil Sekretaris Fathurrozi Amien, serta jajaran syuriyah, tanfidziyah, a'wan baik PCNU, MWCNU dan PRNU.

Dalam sambutannya Kiai Abdul Hamid mengajak memperbanyak syukur kepada Allah SWT karena ditakdir berkumpul dalam wadah silaturrahim.

Figur asal Tongas ini berharap agar senatiasa diberikan kesehatan oleh Allah dengan limpahan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Kiai Hamid menyatakan, turba dilakukan untuk menyapa warga Jam'iyyah Nahdlatul Ulama di pelosok desa. Agar terjalin silaturrahim yang kuat, sehingga jam'iyyah terkonsolidasi dengan baik.

Di hadapan pengurus ranting yang dikukuhkan, Kiai Hamid juga mengingatkan dawuh KH. As'ad Syamsul Arifin (Pengasuh PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo), yang telah masyhur di kalangan nahdliyyin.

"Agar NU ekabinih (dijadikan istri, Red). Maksudnya apa? Agar pengurus NU memiliki kepekaan menghidupkan Jam'iyyah Nahdlatul Ulama dengan memberikan belanja," katanya perihal dawuh KH As'ad.

Dengan demikian, jam'iyyah yang didirikan Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari bisa hidup dan tetap tegak kokoh mengawal paham Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Mewakili Syuriyah, Wakil Katib PCNU Ansori menggugah para pengurus untuk terus berkhidmat di jam'iyyah dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara, berjamaah, berjam'iyyah.

Ansori juga mengajak agar tetap merujuk pada Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Pedoman Organisasi dan Administrasi Nahdlatul Ulama (POA-NU).

Menambah teduhnya suasana, kegiatan kali ini juga dimeriahkan dengan lantunan sholawat Nabi Simtutduror oleh Jamaah Hadroh Santri binaan Majlis Dzikir dan Sholawat (MDS) Gerakan Pemuda Ansor. (Ansori)