Kisah yang Termuda dan Tertua dalam Diklatsar Banser Probolinggo
Kisah yang Termuda dan Tertua dalam Diklatsar Banser Probolinggo

nuprobolinggo.or.id -KURIPAN- Pendidikan dan Pelatihan Dasar atau Diklatsar I Banser di Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Jumat-Ahad (18-20/3/2022) menyajikan banyak cerita menarik.

Diklatsar yang dilangsungkan di Pondok Pesantren Zainul Falah, Desa Resongo, Kecamatan Kuripan itu, tak hanya diikuti bocah 11 tahun. Ada juga peserta dengan usia 53 tahun.

Peserta cilik itu bernama Aldan, masih kelas 5 SD. Putra dari pasangan Syainullah dan Musdalifah itu cukup menyita perhatian.

Bukan karena putra seorang tokoh agama yang mendasari tekadnya, melainkan keinginan dari dirinya sendiri. Gus Aldan kini bangga telah selesai mengikuti tahapan kegiatan diklatsar.
 
Lain Gus Aldan lain pula dengan Sahabat M. Samsul Arifin. Utusan Banser Sukapura itu secara simbolis dinobatkan sebagai peserta terbaik Diklatsar 1 Banser Kuripan tahun 2022 oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo H. Misbahul Munir.



Semangatnya untuk mengikuti Diklatsar sangat besar meski kini umurnya telah menginjak 53 tahun.

Kepatuhannya mengikuti peraturan, serta disiplin dalam mengatur waktu selama kegiatan, menjadi suri teladan bagi para kader Banser yang masih berumur produktif.

Jarak yang jauh bukan menjadi penghalang baginya untuk mengikuti kegiatan Diklatsar. Berangkat dari Dusun Kebonsengon Jalan Raya Bromo nomor 141 dan meniggalkan anak dan istri selama 3 hari adalah bukti keseriusannya.

Punya Komunitas Senam Lansia

"Usia boleh 53 tahun, tapi masih segar bugar. Dan beliau juga memiliki komunitas senam lansia di sekitar Sukapura," ungkap Ketua GP Ansor Sukapura, Tohir.

Bagi Samsul Arifin, komunitas senam lansia ini bukan sebagai ajang bisnis, melainkan menjadi aktivitas rutin.

Mulanya ia bersama keluarga melakukan senam 2 kali dalam seminggu. Namun animo masyarakat sekitar sangat tinggi sehingga bergabunglah dengan Samsul Arifin bersama-sama melaksanakan senam lansia secara swadaya.

Bahkan saat ini peserta senam yang didominasi oleh para lanjut usia telah mencaai 70 anggota.

Menurutnya, untuk menjaga pola hidup sehat sangatlah murah dan terjangkau. Yaitu dengan menjaga pola makan dan teratur berolah raga. Salah satunya senam lansia ini.

Bahkan, beberapa minggu lalu komunitas senam lansia yang digagas Samsul Arifin mendapatkan bantuan kaos senam dari para dermawan di Sukapura.

Sebagai catatan, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Sukapura bisa dikatakan belia. Usianya belum genap 2 tahun.

Dari awal mula terbentuknya, PAC GP Ansor Sukapura berjalan mengikuti alur kearifan lokal.

Berada di Pegunungan Tengger, umat Islam di Sukapura hidup berdampingan dan harmonis bersama penganut agama lain. Ada Hindu, Budha, Kristen.

Kondisi itu menjadikan Banser sebagai daya  tarik tersendiri bagi masyarakat Sukapura untuk bergabung di dalamnya.

Bagi kader Ansor Probolinggo, Diklatsar di Kuripan menjadi catatan besar: Usia bukanlah menjadi penghalang untuk berkhidmah di Nahdlatul Ulama'.

"Teruslah tebar kebaikan di tengah masyarakat," harap Ketua Ansor Kabupaten Probolinggo H. Misbahul Munir. (Ferry Zakin)