KH Syafruddin Wafat, NU Probolinggo: Beliau Sangat Bisa Dicontoh
KH Syafruddin Wafat, NU Probolinggo: Beliau Sangat Bisa Dicontoh

nuprobolinggo.or.id - Wafatnya Katib PWNU Jatim, KH. Syafruddin Syarif, Ahad (8/5/2022) siang, membawa duka mendalam bagi Nahdlatul Ulama. Tak terkecuali Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo.

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid mengatakan, KH. Syafruddin merupakan sosok yang sangat peduli kepada NU. Di mata Kiai Hamid, almarhum adalah pejuang NU yang patut dicontoh sepak terjangnya.

Ketika PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar konferensi pada Agustus 2020, KH. Syafruddin menyampaikan beberapa pesan kepada peserta konferensi. Di antaranya, agar PCNU menjadi organisasi yang madiri, tidak tergantung pada orang lain.

“(Pesan) Yang kedua, mengarahkan NU Kabupaten Probolinggo agar solid antar kepengurusan. Baik di tingkat PC, MWC, Ranting, lembaga dan Banom. Kami berusaha melaksanakan pesan-pesan beliau,” kata Kiai Hamid.

Kemudian ketika PCNU Kabupaten Probolinggo berniat mendirikan perguruan tinggi di wilayah barat, Kiai Syafruddin merupakan figur pertama di PWNU Jatim yang memberi dukungan.

“Saat kami (pengurus PCNU) sowan, beliau sangat mendukung. Malah kami disambungkan dengan pengurus wilayah yang menangani perguruan tinggi,” kenang Kiai Hamid.

Kala itu, sosok ahli fiqh dan pecinta bahtsuk masail itu menyebut, pendirian Perguruan Tinggi NU di wilayah barat Probolinggo akan menjadi jariyah.

Karena itu, lanjut Kiai Hamid, pihaknya merasa sangat kehilangan sosok KH. Syafruddin. “Sedangkan kami sedang gencar-gencarnya memikirkan perguruan tinggi, sesuai petunjuk beliau,” lanjut figur asal Tongas ini.

Baginya, perjuangan dan sepak terjang KH, Syafruddin di NU patut dicontoh. “Beliau sangat bisa dicontoh. Setiap pada apa-apa, jika diundang pasti datang meski dalam kondisi sakit, meski kurang sehat,” ujarnya.

Ia pun mengajak segenap pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, Lembaga, Badan Otonom, Pengurus MWCNU dan Ranting untuk meneladani kiprah dan perjuangan KH. Syafruddin Syarif. “Beliau sangat peduli kepada PCNU,” katanya.

Diketahui, KH. Syafruddin Syarif wafat Ahad (8/5/2022) siang di RS Dr. Soetomo, Surabaya. Proses pemakaman yang dilakukan Ahad malam di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, dipenuhi seribuan nahdliyyin. (*)