KH. Moh Hasan Genggong dan Mimpi Rembulan Nyai KhadijahBiografi KH. Moh Hasan Genggong (1)
KH. Moh Hasan Genggong dan Mimpi Rembulan Nyai Khadijah

Keterangan Gambar : KH. Moh Hasan Genggong (foto: pzhgenggong.org)

nuprobolinggo.or.id - Ponpes Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo menggelar haul KH. Moh Hasan Genggong, Ahad (11 Syawal 1442 Hijriah). Beliau merupakan khalifah kedua ponpes Genggong, juga salah satu muassis Nahdlatul Ulama atau NU.

Dilahirkan 27 Rajab 1259 H/23 Agustus 1843 M, KH. Moh Hasan memiliki nama kecil Ahsan. Dan kembali ke Rahmatullah pada 11 Syawal 1374 H/1 Juni 1955 M dengan usia 112 tahun dalam hitungan masehi.

KH. Moh Hasan merupakan putra kedua dari lima bersaudara yang lahir dari pasangan Kiai Syamsuddin dan Nyai Khadijah. Pasangan pembuat genting, yang dikenal gemar beribadah dan sedekah serta disegani masyarakat setempat.

Amirul Ulum dalam Buku Muassis NU; Manaqib 26 Pendiri Nahdlatul Ulama menyebutkan, sebelum kelahiran KH. Moh Hasan, Kiai Syamsuddin bermimpi melihat ada rembulan yang direnggut oleh istrinya.

Dalam versi lain, Nyai Khadijah bermimpi menelan bulan. Mimpi itu diartikan jika kelak anak dalam kandungannya akan menjadi orang yang mulia.

Sementara Kiai Syamsuddin melihat cahaya dari kejauhan memancar dari rumahnya. Itu terjadi saat Kiai Syamsuddin perjalanan pulang dari mengisi ceramah larut malam. Setiba di rumah, Kiai Hasan Genggong rupanya sudah lahir.

Dasar-dasar pendidikan agama diperoleh KH. Hasan Genggong diperoleh dari sang ayah. Tapi dalam usia yang relatif kecil, KH. Hasan ditinggal sang ayah ke Rahmatullah. KH. Hasan pun hidup dan belajar bersama ibu.

Dalam Biografi KH. Moh Hasan Genggong yang termuat di portal Ponpes Zainul Hasan Genggong disebutkan, riwayat pendidikan KH. Hasan Genggong dimulai di Pondok Pesantren Sentong dibawah asuhan KH. Syamsuddin hingga usia 14 tahun. Yang masih paman Almarhum KH. Moh. Hasan.

Kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Sukonsari, Pojentrek, Pasuruan Asuhan KH. Mohammad Tamin.

Tak selesai di situ, KH. Moh. Hasan melanjutkan studi ke Pondok Pesantren Bangkalan selama 3 tahun asuhan KH. Mohammad Cholil. Di Pesantren ini menggembleng diri serta memperdalam semua Ilmu Agama.

Melalui perjuangan yang keras, Kiai Hasan Genggong kemudian menunaikan ibadah haji sekaligus belajar dan memperdalam Ilmu Agama selama 3 tahun di Mekkah Al Mukarramah.

Guru beliau di Mekkah antara lain KH. Moh. Nawawi Bin Umar Banten Mekkah, Kyai Marzuki Mataram Mekkah, Kyai Mukri Sundah Mekkah, Sayyid Bakri bin Sayyid Moh. Syatho Al Misri.l dan Habib Husaian bin Muhammad bin Husain Al Habsyi Mekkah. (*)