Jemaah Antre Hingga Dua Jam untuk Ziarah RaudhahLiputan Khusus Haji Bersama NU Probolinggo
Jemaah Antre Hingga Dua Jam untuk Ziarah Raudhah

nuprobolinggo.or.id -PROBOLINGGO- Jemaah calon haji (JCH) harus antre hingga dua jam untuk ziarah ke Makam Rasulullah dan Raudhah, di kompleks Masjid Nabawi, Madinah. Tak terkecuali JCH Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam kloter 19.

Responden nuprobolinggo.or.id di Madinah, H. Karsono menyampaikan, ada dua model ziarah ke Raudhah.

Pertama, ziarah cukup jalan kaki, melintasi makam Rasul. Kedua, ziarah sekaligus shalat sunat di Raudhah melewati pintu 38 Masjid Nabawi.

Ziarah model pertama bisa dilakukan jemaah setiap hari. Tapi untuk model kedua, hanya bisa dilakukan oleh jemaah yang punya izin (tasrih) dari Muassasah, sesuai dengan kloter.

"Kloter 19, jatahnya satu kali," kata pria yang juga Petugas Haji Daerah Kabupaten Probolinggo itu. Jatah yang dimaksud adalah Sabtu dini hari untuk untuk jemaah laki-laki, dan pukul 08.00 WAS untuk jemaah perempuan.

Bagitu mendapat tasrih, jemaah antre untuk masuk Raudhah di jalur yang telah ditentukan. Proses antre inilah yang memakan waktu hingga dua jam.

Meski demikian, tak sedikit jemaah yang nekat gandol, mengikuti jemaah dari kloter lain untuk berziarah. Bahkan dari negara lain.

Raudhah adalah tempat yang sangat mulia yang dulu digunakan Rasulullah SAW untuk beribadah, memimpin shalat, menerima wahyu, dan juga menjadi tempat ibadah bagi para sahabat. 

Tak heran jika jemaah begitu antusias berziarah tempat berukuran 22×15 yang terletak di antara mihrab Masjid Nabawi dan rumah Rasul itu. (*)