Islam dan Ilmu Kedokteran
Islam dan Ilmu Kedokteran

Keterangan Gambar : Ilustrasi Gambar bersumber : kamikamu.co.id

nuprobolinggo.or.id - Pandangan Islam dalam ilmu kedokteran memberikan ruang gerak kepada siapapun untuk meneliti dan dalam mendalami ilmu kedokteran dengan “cara/metode sendiri”. al-Qur’an dan al-Hadits sendiri juga menberikan pandangan secara global terkait ini. Al-Ghazali dalam kitab ihya-Nya juga memberikan hak experimental (tajribah) dalam meneliti keilmuan untuk dijadikan teori tersendiri sebagai bentuk ilmu dalam memberikan solusi langsung seputar kesehatan dan pengobatan.

As-Syafi’i menyatakan bahwa ilmu itu ada dua; ilmu fiqih untuk mengetahui masalah keagamaan dan ilmu kedokteran untuk merawat kondisi tubuh. al-Ghazali pun memberikan pendapat bahwa ilmu kedokteran merupakan ilmu yang terpuji. Kemuliaan dan kedudukan tertinggi dalam Islam diyakini bahwa ilmu ini pertama kali dicetuskan pertama kali diwahyukan kepada Nabi Idris as. Pada masa itu (Jahiliyah) teori yang dipraktikkan adalah teori kedokteran Yunani yang dikenal seorang dokter bernama Haris bin Kaladi. bahkan dimasa kepemimpinan Rasululloh, Rasulullah saw. juga menginstruksikan untuk berobat padanya.

Sementara pembukuan pertama kali terkait ilmu kedokteran dalam Islam ditulis oleh Ali bin Rabban ath-Thabari melalui kitab Firdaus al-Hikmah pada tahun 850 M. dari situ muncullah ilmuwan-ilmuwan kedokteran seperti Abu Bakar Muhammad bin Zakariya ar-Razi (864-926M) atau dikenal dengan sebutan Razes melalui karya 200 buku ilmu kedokteran. Salah satu karya Abu Bakar/Razes adalah kitab al-Hawi yang terdiri dari 20 Jilid yang menjadi banyak rujukan para pakar medis barat.

Pada 370 M/980M – 428H/1037M muncul Abu Ali al-Husain bin Abdullah atau lebih dikenal ibnu Sina atau Avicenna (sebutan para Ilmuwan Barat). Karya dia yang dikenal adalah al-Qanun fi ath-Thibb, kitab ini dikenal dengan sebutan The Canon of Medicine.  

Selanjutnya ilmu kedokteran berkembang melalui munculnya Ibnu Rusyd (1126-1198M) dengan nama lengkap Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad. Pada hakekatnya keberadaan ilmu kedokteran identic dengan ilmu filsafat karena berkaitan dengan keilmuan diri seorang manusia. (*)

*Dari Berbagai Sumber

Oleh : Moch Mahsun