Ingat Jas Merah, Melalui Nobar Film G30S/PKI
Ingat Jas Merah, Melalui Nobar Film G30S/PKI

Probolinggo (IslamNu) Komandan Rayon Militer 082007 Wonomerto melalui Surat resmi Nomor : B/24/IX/2017 mengajak Nonton bareng Film G30S/PKI berdasarkan perintah lisan Dandim 0820 tanggal 21 September 2017 tentang perintah melaksanakan nonton bareng Film G30S/PKI di wilayah koramil masing-masing.

Kegiatan nobar tersebut dilaksanakan pada hari selasa, 19 September 2017 pukul 19.00 Wib di pendopo kecamatan wonomerto. Semua dinas/instansi/KUA/para Kades serta toga-tomasy termasuk pengurus MUI Wonomerto, MWCNU, Perwakilan Fatayat-Muslimat NU, GP, Ansor berkupul memadati pendopo kecamatan dalam rangka menyimak serta mengenang kembali film yang sempat lama menghilang dari ingatan masyarakat.

Masyarakat tertunduk lesu saat menonton film tersebut lebih saat di mana ketujuh jenderal ditembaki dan disiksa oleh PKI. Adegannya tambah menegangkan saat ketujuh jenderal tersebut dibuang ke lubang buaya, tetesan air mata tanpa terasa mengalir begitu saja. Inilah kebiadaban sejarah yang harus selalu kita ingat sebagai pelajaran besar untuk menata kehidupan masa depan yang lebih manusiawi, jelas salah seorang tokoh pergerakan di wonomerto.

Nama-nama ketujuh jenderal yang selanjutnya dikenal sebagai pahlawan revolusi tersebut, adalah; Ahmad Yani, Jend. Anumerta, Donald Ifak Panjaitan, Mayjen. Anumerta, M.T. Haryono, Letjen. Anumerta, Piere Tendean, Kapten CZI Anumerta, Siswono Parman, Letjen. Anumerta, Suprapto, Letjen. Anumerta, dan Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen. Anumerta. Kesemuanya ditemukan di lubang buaya yang berlokasi di Jakarta Timur pada tanggal 1 oktober 1965 sehingga setiap tanggal 1 oktober kita peringati sebagai hari kesaktian pancasila. Baiknya kita kutif pernyataan Presiden RI pertama Bapak Ir. Soekarno; Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat "Jasmerah" adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan olehSoekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Bahkan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mendukung penuh kebijakan Panglima TNI untuk nonton bareng (nobar) film G30S/PKI dengan mengeluarkan Surat Seruan bernomor : 81/MUI/JTM/IX/2017 tertanggal 26 September 2017. Sebagaimana pernyataannya yang dimuat di duta.co;  “Ini perlu. Bukan berarti untuk menghembuskan kebencian, tetapi untuk mengingatkan generasi penerus terhadap masa lalu yang kelam yaitu, tragedi pemberontakan komunis atau dikenal G30S/PKI. Dengan begitu tidak terulang di kemudian hari,” demikian seruan MUI Jatim yang ditandatangan Ketua Umum KH Abdusshomad Buchori dan H Ainul Yaqin, M Si, Apt,. Sementara menurut H. Ainul Yaqin; “Ini sesuai dengan Ketetapan MPRS No XXV Tahun 1966 tentang pembubaran PKI. Organisasi ini terlarang di seluruh wilayah Indonesia. Ketetapan itu masih berlaku,” lanjut H Ainul Yaqin. (Selasa (26/9/2017)

Semoga kegiatan malam ini akan memberikan manfaat bagi kita dan negeri yang kita cintai. NKRI harga mati, cinta tanah air sebagaian dari iman. Jajaran Forkopimcam, Dinas Instansi terkait seperti juga KUA sebagai unit kemenag yang ada dibawah juga turut serta meramaikan giat tersebut tampak para penyuluhnya dan penghulu penuh khidmat menyimat pemutaran film arsip nasional tersebut. (Mp).