Iman, Amanah dan Aman
Iman, Amanah dan Aman

Keterangan Gambar : Ilustrasi Gambar bersumber dari : www.jakmall.com

nuprobolinggo.or.id - Sebagaimana kita pahami bahwa salah satu sifat Rasulullah Muhammad Saw., yang patut diteladani diantaranya adalah amanah (dapat dipercaya). Setiap mukmin patut mencontoh dan menjaga kepercayaan (tanggungjawab). Seorang yang amanah tentu saja akan disebut seorang terpercaya, sebaliknya bagi yang tidak amanah, biasa disebut khianat (Na?udzuubillah min dzaalik).

Kepercayaan perlu kita jaga sampai akhir hayat. Hal itu penting, karena seorang yang amanah (wakil rakyat, misalnya), akan menjadikan hati para pemberi amanah (rakyat/konstituen) menjadi tenang. Betapa banyak contoh orang yang tidak amanah, pada akhirnya berada dalam kerugian. Bukan hanya rugi di dunia, bahkan di akhirat kelak.

Amanah bisa kita katakan sebagai implementasi dari keimanan setiap muslim. Setiap muslim adalah mukmin sejati, bila menjalankana amanah dengan baik. Dengan kata lain, syariat Islam (hukum-hukum Allah) dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Bukan sebatas pengetahuan tanpa perwujudan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, individu yang memiliki keyakinan kuat (imanun qowiyyun) akan mendatangkan ketenangan bagi rohani/batin, dengan demikian diri pribadi akan merasa aman dan nyaman menjalani kehidupan dalam semua aspek dan anekaragam latarbelakang apapun.

Amanah juga bisa kita pahami melalui beberapa indikator. Misalnya, seberapa optimal seseorang menepati janji dan atau menjalankan semua kewajiban yang harus dipenuhi. Seorang pemimpin yang melaksanakan kewajibannya berarti telah memenuhi atas hak yang dipimpinnya. Karena itu, agama Islam memberikan pedoman yang tepat dalam menguraikan formulasi konsep ?Amanah?.

Misalnya, konsep amanah menurut pemaknaan M. Quraish Shihab dimaknai sebagai sesuatu yang diserah-terima-kan kepada orang lain untuk dipelihara dan dikembalikan pada saatnya dan atau bila diminta oleh pemberi amanah (pemiliknya).

Teladan Rasulullah Saw., telah dipahami dan dibumisasikan kedalam praktik kepemimpinan islami selama masa khulafaur Rasyidin -Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali- yang berlangsung kisaran 29 tahun (632-661 M). Mereka adalah pemimpin yang amanah, yang mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi rakyatnya, karena kepimpinan mereka berdasar pada keimanan yang kuat.

?Benang Merah? yang ingin disampaikan penulis dalam uraian ini adalah siapa pun diantara kita yang mendapatkan amanah sebagai pemangku kebijakan (pemimpin/pengurus organisasi) atau apapun dan dimanapun, selalu berupaya optimal menjalankan amanah dengan dasar keimanan agar mampu menciptakan keamanan baik bagi diri, keluarga, dan agama, khususnya organisasi kita ?Organisasi NU?. Amin Yaa Robbal ?Alamin.



Video Terkait: