GP Ansor Wonomerto Peringati Harlah NU di Pondok Pesantren
GP Ansor Wonomerto Peringati Harlah NU di Pondok Pesantren

nuprobolinggo.or.id -WONOMERTO- GP Ansor Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memperingati Harlah ke-96 NU di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, kabupaten setempat, Jumat (04/02/2022) malam.

Acara sengaja digelar di pondok pesantren untuk mengenalkan pada masyarakat umum, bahwa pesantren merupakan pencetak kader NU.

Seperti pada umumnya kegiatan NU diawali dengan sholawat bil maqom, diiringi oleh seni hadrah MDS Rijalul Ansor Kecamatan Wonomerto.

"Setiap kali ke Wonomerto, magnetnya luar biasa," aku Ketua Ansor Kabupaten Probolinggo Sahabat H. Misbahul Munir, kepada hadirin.

Ia mengajak kepada para kader Ansor agar senantiasa bersyukur kepada Allah SWT, dan tidak lupa berterimakasih kepada wasilah terwujudnya kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kolonial penjajah Belanda dan Jepang.

Yaitu peranan para kiai NU yang berada di garda terdepan saat gaungan resolusi jihad yang dipelopori oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari.

Ia juga berpesan kepada para kader Ansor, MDS Rijalul Ansor dan Banser agar menjaga dan merawat NKRI secara seutuhnya.

"Peradaban dunia dan menyongsong 1 abad usia NU haruslah dikawal oleh kita sebagai Gerakan Pemuda Ansor. Wajib menjaga gerakan ini dan tidak ada kata cerai berai," kata pria yang biasa disapa Mas Munir tersebut.

Merupakan acara pamungkas yaitu motivasi gerakan yang disampaikan oleh Sahabat Muchlis, penasehat Ansor Kabupaten Probolinggo.

"Acara ini merupakan ikhtiar kita untuk mengenalkan kepada masyarakat umum, bahwa pondok pesantren adalah pencetak kader NU," kata Muchlis.

"Salah satu pondok pesantren yang berada di bawah naungan LP Maarif NU Kabupaten Probolinggo seperti Miftahul Ulum ini, wajib kita dukung agar menjadi rekomendasi terbaik bagi anak-anak kita," ajaknya kepada hadirin.

Selain itu, ia menjamin bahwa yang hadir saat ini adalah manusia-manusia pilihan, "Karena dari ribuan warga NU di Kecamatan Wonomerto, hanya kalian-kalian lah yang dengan gagah percaya diri berkhidmah di Ansor," terangnya yang disambut tepuk meriah hadirin.

Artinya tidak semua para pemuda bisa militan berkhidmah di Ansor, karenanya ia sangat meyakini "Jika nikmat dan barokah tidak kita gapai sendiri, maka anak cucu kita nanti yang akan menikmati barokahnya, itu pasti," terangnya.

Acara ditutup dengan oleh Gus Muhsin, salah satu Dzurriyah Pesantren Miftahul Ulum. (Ferry Zakin)