Gelar Istighotsah untuk Harlah NU, Juga Keselamatan Bangsa
Gelar Istighotsah untuk Harlah NU, Juga Keselamatan Bangsa
nuprobolinggo.or.id - Indonesia mengalami musibah dan bencana bertubi-tubi. Selain Pandemi Covid-19, musibah dan bencana besar susul menyusul melanda negeri ini.

Sebagai bentuk kepedulian, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Kabupaten Probolinggo menggelar Istighotsah, Ahad, (21/02/2021).

Acara dikemas dengan peringatan Harlah ke-98 Nahdlatul Ulama (NU). Dihadiri Ro’is Syuriah PCNU kabupaten Probolinggo KH. Muharror Aziz, Ketua Tanfidziyah Kyai Abdul Hamid, Bendahara KH. Muhammad Hasan, Ketua MUI Wonomerto Ust. Akhmad, Rois Syuriah MWCNU Kiai Abdullah, didampingi Ketua Tanfidziyahnya Kyai Ahmad Jufri, serta jajaran Syuriyah-Tanfidziyah baik di tingkat MWC maupun ranting.

KH. Muharror Aziz mengatakan, peringatan Harlah sekarang ini mengambil tema Menyongsong Satu Abad Meneladani Mu’assis Menuju Memandirian NU.

Satu abad NU harus menjadi titik balik menuju pengembangan organisasi yang lebih baik. "Kemandirian NU harus menjadi gerakan bersama bagi kader-kader NU baik struktur maupun non struktur", ulas Pengasuh PP. Salafiyah Tongas ini.

Istighotsah dilaksanakan dengan sederhana dan dihadiahkan doa pada para mu’assis NU. Sembari ngalap barokah, mengambil uswah hasanah dari perjuangan para mu’assis NU.

"Juga istighosah ini dimaksudkan untuk keselamatan bangsa dari berbagai bencana yang secara bertubi-tubi melanda Indonesia," ujarnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid mengajak semua pengurus baik di tingkat MWC maupun Ranting agar terus menjaga kekompakan, sinergi dan membangun komonikasi. Karena organinasi besar ini tidak bisa hanya diemban seorang diri, melainkan harus bersama-sama.

"NU didirikan melalui kebersamaan. Yakni istikhoroh dan musyawarah dengan para alim ulama," tegasnya.

Kiai Hamid menyebutkan, hadirnya Pengurus Cabang NU di Wonomerto mengajarkan kita betapa pentingnya koordinasi antar pengurus. Mulai dari jajaran ranting hingga ke pengurus yang lebih tinggi.

Kiai hamid juga menjelaskan kekompakan pengurus NU akan memberikan contoh kepada warga Nahdliyyin. Maka sudah sepantasnya pengurus memberikan contoh yang baik bagi mereka.

"Maka di dalam program kerja kita agendakan turba ke semua MWC NU demi penguatan organisasi dan penyebaran paham ahlussunnah wal jama’ah", tutupnya. (Ansori).