Gelar Istighosah, MWCNU Wonomerto Paparkan Program Kerja
Gelar Istighosah, MWCNU Wonomerto Paparkan Program Kerja
nuprobolinggo.or.id - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Wonomerto, menggelar istighasah bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se- Kecamatan Wonomerto, Ahad (27/6/2021).

Dihadiri Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Ustadz Teguh Mahameru Zainul Hasan, dan Bendahara KH. M. Hasan Siddiq, MWCNU Wonomerto juga memaparkan visi misi, dan program kerja untuk lima tahun ke depan.

Program kerja dipaparkan Sekretaris MWCNU Wonomerto, M. Muhsin. Program kerja tersebut akan dibreakdown ke dalam beberapa kegiatan tahunan. Baik jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek.

Ada beberapa bidang yang direncanakan; Bidang Agama dan pendidikan, Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga, Bidang Sosial; Bidang ekonomi dan Bidang Hukum dan politik.

Bidang Agama dan Pendidikan

Optimalisasi bidang dakwah dengan misi menjaga keutuhan NKRI.  Wujudnya berupa turba ke unit terkecil hingga ke ranting, anak ranting dan jam'iyah istighosah.

Kemudian penguatan keaswajaan dan lailatul ijtima, menggalakkan sholat berjamaah, subuh keliling, dan kajian Islam.

Subuh keliling yang dikenal dengan supervisi subuh keliling (supersuling) sebenarnya merupakan program penyuluh agama Islam Kemenag yang sudah berjalan beberapa tahun. "Program bagus ini akan terus kita lestarikan," katanya.

Kerja lainnya, pendataan dan inventarisir masjid NU. Kajian fiqhiyah kontemporer (kekinian) melalui forum diskusi berskala tingkat ranting, dan penyelenggaraan peringatan hari besar Islam (PHBI) di tingkat kecamatan, pengemasan harlah NU dalam keadaan sederhana.

Lalu ada diskusi tukar pengalaman bersama Jam’iyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) yang bertujuan untuk mendorong pesantren dalam lembaga tafaqquh fiddin dalam artian yang luas.

Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga

Mendukung program pemerintah (BPJS) juga sebagai amanah dari program PCNU.

Optimalisasi bidang pendidikan menggandeng LP Ma’arif NU, Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI), JQH, dengan mengintensifikan muatan kurikulum, studi banding antar pesantren, serta mengupayakan beasiswa pelajar bagi keluarga tidak dhuafa serta menampungnya melalui lembaga madrasah.

Bidang Sosial

Menjalin kemitraan dengan pemerintah dalam melakukan pencegahan narkoba, mengadakan pelatihan pengobatan alternatif rukyah syar'i, melakukan pemberdayaan politik ekonomi perempuan, membentuk kelompok usaha ekonomi produksi lokal, memajukan pendidikan formal dan salaf, menggalakkan zakat infaq shodaqoh dari kalangan aqniya melalui Lazisnu tingkat MWCNU.

Di bidang sosial, juga akan memberikan santunan dhuafa, mencarikan donator pendidikan santri, khitanan massal gratis, serta bantuan tanggap bencana alam.

Bidang Ekonomi

Melakukan pemetaan ekonomi melalui life skill, menjadikan ekonomi kecil dan mencarikan format pemasarannya, mengembangkan kelompok usaha pedesaan, memfasilitasi ekonomi petani kecil, mendorong tumbuh berkembangnya koperasi yang berasaskan keadilan, mendorong warga NU bekerjasama dengan pemerintah terkait penguatan ekonomi umat dan interpreneurship.

Hukum dan Politik

Memberikan penyuluhan Undang-Undang Hukum yang dinamis, MWCNU senantiasa konsisten terhadap khittah NU sebagai amanah Muktamar Situbondo, melakukan counter hegemoni terhadap wacana yang menyesatkan bekerjasama dengan LPPNU, GP Ansor, ranting MWC, mengusahakan terwujudnya rekonsiliasi dan menciptakan kerukunan sosial antar kelompok, desa ras dan agama.

Menjaga hubungan baik dengan masyarakat, melakukan Silaturrahim politik kebangsaan sebagai upaya rekonsiliasi daerah.

Bidang organisasi mengupayakan program bermutu efektif, membentuk Parnu, melakukan komunikasi antar pengurus demi membangun kebersamaan, melakukan pendataan warga NU melalui kartaNU kerjasama dengan Bank Mandiri.

Dan yang paling fundamental adalah program fisik. Yakni membangun kantor MWCNU dengan cara mengoptimalkan koin NU di setiap ranting dan anak ranting NU.

"Harapnya semoga pandemi akan segera berakhir akan semua program bisa berjalan," tutup Muhsin.

Semangat Pengkaderan

Sementara Wakil Ketua PCNU, Ustadz Teguh Mahameru mengulas pentingnya semangat ber PKPNU. Yakni Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama.

Hal ini dipandang urgen dalam melahirkan pengurus yang berwawasan paham Aswaja, militan guna membangun kecintaan tulus kepada NKRI dan Nahdlatul Ulama dengan pahamnya yang Tawazun, Tasamuh dan Taadul.

Ada dua hal penting. Pertama, untuk menguatkan kesantrian kita. Dan yang kedua, lahirnya kepekaan sosial, bisa menggalang koin NU peduli. (Ansori).