Gadeng Danramil, MA. Miftahul Khoir Kuripan Gelar pembinaan kebangsaan dan doa untuk negeri
Gadeng Danramil, MA. Miftahul Khoir Kuripan Gelar pembinaan kebangsaan dan doa untuk negeri

Kab. Probolinggo (IslamNu) Madrasah Aliyah Miftahul Khoir Kuripan menggandeng Danramil setempat menggelar “Pembinaan kebangsaan dan doa untuk negeri” bertempat di Ruang Ibadah Yayasan Bani Agung Kuripan Probolinggo. Kegiatan yang diisi dengan ceramah religi kebangsaan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Probolinggo yang sekaligus pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kuripan Drs. Sholehuddin, M.PdI dan Danramil Kuripan H. Eko Saputro, Selasa, 8 Agustus 2017.

Kegiatan ini dimaksudkan ajang silaturrahim TNI, Ulama, Pelajar dan Masyarakat guna memelihara Ke-Bhinneka-an serta memperkokoh persatuan an kesatuan dalam wadah NKRI, jelas Sholeh.

Sholeh mengupas tentang peran santri pelajar dalam mengawal NKRI menuju kemandiriannya dan mengusung jargon Ke-Bhinneka-an. Perbedaan menurut pengawas pendidikan agama islam kemenag ini hal lumrah yang dirahmati Tuhan. Ia mengawal para audien utamanya siswa-siswi dan masyarakat untuk terus berjuang gigih dalam mengisi kemerdekaan yang sudah 72 tahun lalu para pahlawan negeri ini berjuang untuk merebut kemerdekaan hingga diproklamirkan oleh Sang Proklamator Ir. Soekarno.

Kemerdekaan merupakan warisan para ulama bersama pejuang bangsa yang wajib kita jaga sebagaimana kita diminta untuk memenuhi akad sebagaimana termaktub dalam (QS. Almaidah 1-2). Menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika hal sama yang harus kita gaungkan, jelasnya.

Selanjutnya, ia menguraikan makna sila-sila dalam Pancasila dari sisi pemahaman Islam. Sila pertama, Ketuhan Yang maha Esa mengandung makna tauhid. Sila kedua mengandung makna nilai-nailai insaniah yang mengedepankan adanya persamaan semua manusia, namun yang membedakannya adalah ketakwaaan kepada Allah SWT. Ketiga merupakan pernyataan ukhuwah yang dapat dibagi menjadi 3 yaitu ukhuwah basaria yaitu sama-sama mahluk Allah meskipun beda agama, beda ras dsb, ukhuwah wataniah yaitu sama-sama warga Negara Indonesia, dan ukhuwah islamiah yaitu sama-sama umat islam meskipun beda paham dan sebagainya.  Keempat adalah bentuk dari pada perwujudan demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemanusian. Kelima, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang tidak terlepas dari nilai-nilai islami itu sendiri.

Sementara, Danramil Kuripan H. Eko Saputro mengajak seluruh elemen masyarakat harus menyatukan hati dan menghilangkan kesombongan masing-masing untuk tetap mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, tegasnya. NKRI ini berdiri hingga sekarang merupakan hasil perjuangan para pejuang pendahulu kita yang telah berkorban banyak tidak hanya harta benda, akan tetapi mereka korbankan waktu dan tenaga bahkan nyawa demi mewujudkan kemerdekaan negeri ini.

Maka melalui acara pembinaan kebangsaan dan doa untuk negeri ini saya appresiasi langkah nyata dari siswa-siswi Madrasah Aliyah Miftahul Khoir untuk senantiasa mengingat sejarah perjuangan merebut negeri ini dari para penjajah. Saatnya kita berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang membangun bukan justru meruntuhkan, tutupnya. (Mp).